SAMARINDA: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terus mematangkan strategi pembinaan atlet guna mengejar target tiga besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di NTB/NTT mendatang.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah memperkuat kolaborasi dengan Perhimpunan Pembina Kesehatan Olahraga Indonesia (PPKORI) Kaltim dalam pengawalan pembinaan atlet berbasis sport science.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Kaltim, Muhammad Faisal, menuturkan pencapaian prestasi olahraga tidak bisa hanya bergantung pada latihan teknis dan fisik semata.
Namun, katanya, pendekatan ilmiah, kesehatan dan psikologi atlet menjadi aspek krusial yang harus dibangun sejak awal proses pembinaan.
Menurut Faisal, keterlibatan organisasi profesi seperti PPKORI menjadi kebutuhan strategis dalam menciptakan ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan.
Pembinaan atlet, kata dia, tidak boleh hanya dilakukan di hilir atau menjelang pertandingan, tetapi harus dimulai sejak tahap awal secara terukur dan berkesinambungan.
Dispora Kaltim juga menaruh perhatian besar pada sinergi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) serta seluruh cabang olahraga.
Konsolidasi internal dinilai penting agar seluruh pemangku kepentingan memiliki visi yang sama dan fokus pada pencapaian prestasi terbaik daerah.
Ia mengakui persaingan menuju tiga besar PON tidak mudah, terutama dengan provinsi-provinsi kuat di Pulau Jawa.
Namun demikian, Dispora Kaltim tetap optimistis target tersebut dapat dicapai melalui strategi pembinaan yang tepat dan pemanfaatan ilmu olahraga secara maksimal.
“Saya akan mengajak PPKORI dalam banyak hal, terutama kebijakan pembinaan dan peningkatan prestasi atlet, mulai dari gizi, psikologi, pencegahan cedera, hingga rehabilitasi, karena target kita jelas, membawa Kalimantan Timur masuk tiga besar PON,” pungkas Muhammad Faisal.

