SAMARINDA: Pemerintah Kota (Pemkot) bersama masyarakat terus memperkuat tata kelola sampah rumah tangga melalui unit Bank Sampah. Program ini menjadi upaya nyata dalam menerapkan sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga setempat.
Dari sekitar 100 unit Bank Sampah aktif di Kota Samarinda, salah satu RT yang terlibat adalah RT 043 Kelurahan Sempaja Timur, Samarinda Utara. Ketua RT 043, Masrukhi mengungkapkan bahwa sistem operasional unit Bank Sampah Kejujuran ini mengedepankan aspek kejujuran.
Dengan skema warga datang membawa sampah yang telah dipilah, menimbang sendiri, dan mencatat hasilnya di buku rekod yang terbuat dari bahan daur ulang seperti kertas kalender.
“Namanya Bank Sampah Kejujuran karena warga memilah dari rumah. Mereka datang, timbang sendiri, catat sendiri jenis sampahnya seperti plastik, kardus, atau besi. Hasil penjualannya nanti dikembalikan lagi ke warga,” ujarnya saat ditemui disela kegiatannya, Minggu, 15 Februari 2026.
Untuk nilai ekonomi yang dihasilkan dari setiap sampah ini bervariasi, tergantung jenis materialnya. Saat ini, harga plastik keras berkisar di angka Rp600 per kilogram, sementara kardus berada di rentang Rp1.200 hingga Rp1.600 per kilogram.
Setelah sampah terkumpul, pengurus bank sampah akan menyalurkan sampah tersebut ke pengepul besar atau menghubungi Bank Sampah Induk di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda untuk penjemputan.
Selain nilai ekonomi, warga juga diarahkan untuk melakukan kreativitas reuse (penggunaan kembali). Ia menjelaskan tentang sampah gelas plastik yang dapat diolah menjadi lampion, sementara jeriken bekas minyak goreng dialihfungsikan menjadi pot tanaman.
“Kami ingin mengubah mindset warga. Dulu mungkin buang sampah sembarangan, sekarang kita arahkan untuk memilah. Keluar dari rumah sudah terpilah: organik, anorganik, plastik (kuning), kardus (biru), dan hijau untuk sampah lainnya,” tambahnya.
Langkah mandiri ini dilakukan mengingat tren produksi sampah di Samarinda terus meningkat. Berdasarkan data terbaru hasil pertemuan dengan DLH, rata-rata produksi sampah per jiwa di Samarinda naik dari 0,5 kilogram pada tahun 2023 menjadi 0,7 kilogram per jiwa di tahun 2026. Angka ini selaras dengan total produksi sampah di Kota Samarinda yang mencapai 550 Ton per hari.
Meski berafiliasi dengan struktur Direktur Bank Sampah dari DLH, secara operasional Bank Sampah Kejujuran di RT 043 ini dilakukan secara mandiri melalui iuran masyarakat setempat. Sejauh ini, kata Masrukhi belum ada bantuan dana operasional langsung dari pemerintah kota maupun DLH.
“Pengelolaan ini tidak ada pendanaan khusus dari DLH. Tahun lalu sempat masuk melalui program Probebaya, namun implementasinya lebih kepada bentuk sosialisasi. Untuk operasional rutin, kami menggunakan kas RT yang bersumber dari swadaya warga,” jelasnya.
Selain melalui Bank Sampah, kegiatan rutin untuk menjaga kebersihan lingkungan juga dilakukan warga RT 043 melalui gotong royong setiap minggu pertama dan ketiga sesuai arahan Ketua RT setempat.
Melalui Bank Sampah Kejujuran, warga RT 043 berharap dapat berkontribusi signifikan dalam mengurangi beban sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus membudayakan pola hidup bersih di lingkungan masyarakat.

