Samarinda – Mendapat dukungan bercocok tanam dari Pertamina Hulu Mahakam (PHM) Kaltim, pemuda milenial dan ibu rumah tangga (IRT) di Kelurahan Handil Baru Darat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berhasil raih omzet pertanian hingga Rp 20 juta per bulan.

Pemuda milenial dan IRT tersebut adalah mereka yang tergabung di dalam Pendopo Tani Baanjung Gunung Tambi Kelurahan Handil Baru Darat milik H Asnawi.
Pemilik lahan, H Asnawi mengatakan sebelumnya pihaknya hanya ingin melakukan ekperimen bercocok tanam di lahan pribadi miliknya seluas 4 hektare dengan jenis tanaman kates kalifornia.
Seiring berjalannya waktu, banyak warga lokal yang tertarik sehingga terbentuklah Pendopo Tani Baanjung yang beranggotakan para pemuda milenial dan IRT bernama Kelompok Wanita Tani (KWT).
“Kegiatan yang membawahi warga daerah sekitar khsusunya ibu-ibu, kita ajak untuk belajar bercocok tanam sayuran, hasilnya juga warga tidak lagi membeli di pasar tapi bisa menikmati hasil tangan sendiri,” kata H Asnawi, Kamis (5/5/2022).
Bukan hanya itu, dari lebihnya hasil tanaman pun dipasarkan yang keuntungannya dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari termasuk membiayai sekolah para pemuda milenial.
“Nah ibu-ibu di sini mereka memproduksi bahan yang ada di sekitar lokasi untuk dijadikan bahan makanan dan minuman, sementara para pemuda yang berlibur sekolah membantu yang membantu bercocok tanam hasilnya bisa membiayai sekolah mereka,” ujar H Asnawi.

Asnawi menyebutkan, jika Pendopo Tani Baanjung yang berdiri sejak tahun 2010 ini bukan menanam kates kalifornia saja tetapi juga telah berhasil melakukan pengembangbiakan 72 jenis tanaman lainnya seperti merica, sawi, bayam, dan lainnya.
“Namun untuk saat ini pendopo mengutamakan penanaman kates karena masuk ke katering PHM setiap minggu sekitar 200 kilogram dan lebih lebihnya kita jual di pasaran,” ucapnya.
“Omzet per bulan kates 1 minggu sekitar 500 kilogram sehingga sebulan dapat meraih 2 ton kates dengan harga Rp 5 ribu per kilogram jadi kita sudah mendapat 20 juta per bulan,” tambahnya.
Kendati demikian, Pendopo Tani Baanjung yang beranggotakan kurang lebih 25 orang juga telah berhasil menjadi objek percontohan bagi mereka yang ingin belajar.
“Pendopo Tani Baanjung sering menjadi objek percontohan para anak sekolah di bidang pertanian, baik anak SD sampai perguruan tinggi. Kita juga membuka ruang bagi siapa saja yang ingin belajar bercocok tanam di sini,” sebut H Asnawi.
Sementara kembali menyinggung perhatian pemerintah terhadap perkembangbiakan, H Asnawi mengaku sejauh ini pemerintah hanya memberikan dukungan administrasi dan yang memberikan support penuh hanya dari perusahaan PHM.
“Sejauh ini pemerintah hanya memberikan dukungan administrasi, tapi alhamdulilah PHM berikan dukungan penuh bahkan memberikan studi banding sampai ke daerah Jawa tentang cara menanam kates. Tentu harapan kita ke depan pemerintah dapat memberikan dukungan demi majunya pertanian Kaltim,” tegasnya.

