SAMARINDA: Kantor Perwakilan Kementerian HAM (Kanwil Kemenham) Kalimantan Timur (Kaltim) menggandeng Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kaltim dalam upaya penguatan kapasitas masyarakat di bidang hak asasi manusia.
Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kemenham Kaltim Patrick Fanny Waloni mengatakan kolaborasi dengan media menjadi langkah strategis agar program penguatan HAM tidak hanya berjalan di internal pemerintah, tetapi juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Kita tidak boleh berpaku pada diri sendiri. Harus bekerja sama dengan stakeholder, termasuk media online, untuk membangun penguatan kapasitas bersama,” ujarnya, di Kanwil Kemenham Kaltim, Jumat, 20 Februari 2026.
Menurut Patrick, media memiliki peran penting dalam menyebarluaskan informasi sekaligus mengedukasi masyarakat terkait isu-isu HAM, mulai dari cyberbullying, hak atas kesehatan, hingga pemenuhan hak dasar di desa.
Ketua JMSI Kaltim Mohammad Sukri menyambut baik kerja sama tersebut.
Ia menilai kolaborasi antara Kemenham dan media menjadi langkah konkret dalam memperluas jangkauan edukasi HAM kepada masyarakat.
“kami media siap mendukung program penguatan HAM agar informasinya sampai ke publik secara luas dan berimbang. Harus kita jalankan harus secepatnya,” kata Sukri.
Selain menggandeng media, Kemenham Kaltim juga mengembangkan Komunitas Pemuda Pelajar Pencinta HAM (Kopetaham).
Komunitas ini dibentuk langsung oleh kementerian dan beranggotakan mahasiswa serta pelajar dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.
Patrick menjelaskan, Kopetaham diberikan ruang untuk menginisiasi kegiatan penguatan HAM dengan dukungan fasilitasi anggaran dari Kemenham.
“Kami sifatnya memfasilitasi. Tinggal mereka ajukan kegiatan, berapa anggaran, berapa peserta, di mana tempatnya. Selama anggaran tersedia, akan kami dukung,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan tidak harus selalu dilakukan langsung oleh Kemenham. Kolaborasi dengan organisasi mahasiswa seperti BEM dan pihak universitas juga terbuka luas.
“Kalau hanya berharap pada 10 orang saja tentu sulit berjalan maksimal. Jadi harus ada kerja sama dengan universitas dan stakeholder lain,” katanya.
Melalui kolaborasi dengan media dan komunitas pemuda, Kemenham Kaltim berharap program penguatan HAM dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, sekaligus membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya perlindungan hak asasi manusia di daerah.

