SAMARINDA : Pemerintah Kota Samarinda berkomitmen untuk bekerja lebih keras lagi dalam menurunkan angka prevelensi stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem di Kota Samarinda.
Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi Wongso saat mewakili Pemkot Samarinda mengikuti rapat pembahasan percepatan penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem di Provinsi Kaltim bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK RI).
Dihadiri Pemprov Kaltim dan sembilan kabupaten/kota lainnya, rapat tersebut digelar secara daring dan terpusat di Ruang Command Center Diskominfo Kota Samarinda, Kamis (16/3/2023).
Rusmadi menyampaikan data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) memaparkan prevelensi stunting Kota Samarinda mengalami kenaikan sebesar 3,7 persen yakni angka bayi balita stunting pada tahun 2021 sebesar 21,6 persen dan di tahun 2022 sebesar 25,3 persen.
“Sebagaimana intruksi dari Kemenko PMK RI data perevelansi stunting kita mengalami peningkatan, dan Pemkot Samarinda berkomitmen akan bekerja lebih keras lagi untuk menurunkan angka prevelensi stunting,” Ungkapnya
Diutarakan Rusmadi, kerja keras yang diharapkan Pemkot Samarinda melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan bekerja sama dengan setiap stakeholder diharapkan mampu mencapai target penurunan angka stunting sampai 11 persen dan mendukung target angka stunting nasional 14 persen pada tahun 2024.
Kemudian penurunan stunting juga erat kaitannya dengan pengurangan sampai kepada penghapusan kemiskinan ekstrem. Sebut dia, pemerintah akan melakukan penguatan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat melalui program-program yang ada.
Misal seperti program bantuan sosial, penguatan stimulus ekonomi bagi masyarakat yang membutuhkan, pemanfaatan dana desa hingga kepada mengoptimalkan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) terhadap penurunan angka stunting di Kota Tepian.
“Kita fokus ke pendampingan keluarga dan juga peran kelurahan serta kecamatan dalam penanganan stunting juga patut dilakukan. Saya kira kita justru harus lebih semangat dan bekerja keras serta fokus menangani kasus stunting dan kemiskinan ekstrim,” tegasnya.

