SAMARINDA: Pelajar di Kota Samarinda berpeluang memperoleh akses pendidikan internasional, jika kerja sama antara Pemerintah Kota Samarinda dan Kedutaan Besar Amerika Serikat mencapai kesepakatan.
Di mana kerja sama ini diarahkan untuk membuka kesempatan belajar ke luar negeri serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pelajar di Kota Samarinda.
Peluang tersebut mengemuka dalam pertemuan Wali Kota Samarinda dengan perwakilan Kedubes Amerika Serikat, John Slover, yang juga dihadiri perwakilan University of Wisconsin–Madison serta jajaran Pemkot Samarinda.
John Slover, Public Diplomacy di U.S. Department of State menyampaikan bahwa kunjungan pihak Kedubes AS ke Samarinda bertujuan melihat langsung potensi pendidikan di daerah serta membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siswa untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
“Kami berharap dapat mendukung dan memberikan kesempatan sebanyak-banyaknya kepada siswa di Samarinda untuk belajar di Amerika Serikat atau meningkatkan pendidikan mereka,” ujar John Slover pada media, Rabu, 4 Februari 2026.
Ia mengatakan kerja sama yang dibahas masih berada pada tahap penyampaian ide dan kemungkinan kolaborasi di masa depan.
Meski demikian, Kedubes AS membuka ruang untuk menemukan bentuk kerja sama yang dapat memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan di Samarinda.

Sementara itu, Idfi Septiani, Kepala Bagian (Kabag) Kerjasama di Sekretariat Daerah Kota Samarinda menyampaikan bahwa Wali Kota menekankan pentingnya program yang berdampak langsung pada peningkatan kapasitas SDM, sejalan dengan misi pembangunan daerah.
“Intinya adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagaimana yang ada dalam misi Pak Wali Kota,” jelas Idfi.
Ia turut menjelaskan bahwa. salah satu fokus pembahasan adalah pengembangan SMA Prestasi Samarinda yang ditargetkan menuju standar internasional.
Di mana sekolah tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari program kerja sama pendidikan internasional.
“Pak Wali sangat memperhatikan kualitas pendidikan di SMA Prestasi, sehingga rencana pendidikan bagi siswa-siswi di sekolah itu menjadi salah satu fokus pembicaraan,” ujarnya.
Terkait bentuk kerja sama, Pemkot Samarinda masih melakukan pendalaman untuk menentukan program yang paling memungkinkan dan memberikan manfaat optimal, termasuk kemungkinan pertukaran pelajar, peningkatan kapasitas guru, maupun akses ke perguruan tinggi di Amerika Serikat.
“Kami masih mendalami program apa yang paling feasible untuk dilakukan bersama,” tutup Idfi.
Pemkot Samarinda berharap tahap awal pembahasan ini dapat berlanjut ke tahap konkret dan menghasilkan program pendidikan yang mampu meningkatkan daya saing pelajar Samarinda di tingkat nasional maupun internasional.

