SAMARINDA: Wali Kota Samarinda, Andi Harun meresmikan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Jalan Wahid Hasyim II, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (4/3/2024).
“Alhamdulillah telah berdiri UPTD Puskesmas Sempaja yang kita bangun melalui APBD tahun 2023,” ucap Andi Harun dengan bangga.
“Pembangunan gedung ini bisa selesai tidak sampai satu tahun, dengan kualitas seperti ini,” pujinya.
Gedung UPTD Puskesmas Sempaja ini terdiri dari 3 lantai, dan dilengkapi dengan lift.
Selain itu juga dilengkapi ruang pelayanan masyarakat, ruang tindakan, ruang TBC, administrasi perkantoran, alat kesehatan dan fasilitas tertentu.
“Keberadaan Puskesmas ini tentu harus dimanfaatkan dalam menjawab tantangan kebutuhan masyarakat terutama pada bidang pelayanan kesehatan, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di samarinda keseluruhan,” harapnya.
Keberadaan Puskesmas ini juga diharapkan dapat memberikan solusi atas tantangan kesehatan masyarakat.
Terutama dalam mengatasi stunting, menurunkan angka kematian bayi dan ibu melahirkan, serta menekan angka penyakit menular dan tidak menular.
Sebagai informasi, sebelumnya gedung Puskesmas Sempaja yang pertama berdiri di Jalan Wahid Hasyim I, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, dan sempat berpindah di ruko masih di jalan yang sama. Gedung pertama sering terendam banjir dan sudah termakan usia.
Sementara, ruko yang berada di samping Jalan Sempaja Lestari Indah itu tidak layak menjadi pusat pelayanan kesehatan.
“Saya juga sempat mengunjungi Puskesmas saat pindah ke ruko lebarnya sekitar 4 meter, terdiri 2 lantai, sesak, tidak memenuhi standar Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) bagi sebuah bangunan pusat kesehatan,” terangnya.
Oleh karena itu, sesuai dengan Permenkes No 43 tahun 2019 bangunan Puskesmas tidak didirikan di lokasi banjir.
Maka pada 2023 lalu, Pemkot Samarinda membangun gedung UPTD Puskesmas Sempaja yang baru.
Dalam arahannya, Wali Kota juga menyoroti kekurangan seperti daya listrik, genset, dan CCTV, seraya memastikan bahwa semua akan segera ditindaklanjuti dengan kerjasama pihak terkait.
Ia juga memberikan amanah kepada Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Puskesmas untuk menjadikan Puskesmas sebagai penyedia layanan digital yang aktif di media sosial, dengan harapan dapat menangkap keluhan masyarakat secara cepat dan memberikan respons yang tepat.
“Aktifkan medsos, juga disiapkan petugasnya untuk pelayanan berbasis digital atau web, petugas yang bisa menangkap keluhan masyarakat harus ada protokolnya, seperti Doctor On Call,” pintanya.
Seiring dengan pembangunan ini, Puskesmas Sempaja menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mewujudkan kesehatan masyarakat yang prima, sesuai dengan visi Nawacita Presiden RI Joko Widodo.(*)

