JAKARTA: Klinik milik Dr. dr. Titi Moertolo, Sp.KK, FINSDV mengembangkan pendekatan kesehatan berbasis Diet Golongan Darah yang dipadukan dengan produk herbal racikannya, Moetee Herbal. Produk tersebut diklaim telah terjual hingga sekitar 20.000 pieces per bulan.

Menurut dr. Titi, konsep diet golongan darah bukan sekadar pengaturan pola makan, melainkan pendekatan personal terhadap metabolisme dan respons biologis tubuh setiap individu.
“Setiap golongan darah memiliki reaksi berbeda terhadap makanan tertentu. Karena itu, pola makan seharusnya tidak disamaratakan,” ujar dr. Titi saat ditemui di kliniknya di Jalan Bendungan Jatiluhur No. 76, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Sabtu, 7 Februari 2026.
Di klinik tersebut, pasien mendapatkan panduan diet berdasarkan golongan darah A, B, AB, dan O, lengkap dengan daftar makanan yang dianjurkan dan perlu dibatasi. Panduan ini mencakup pemilihan sumber protein, sayuran, buah-buahan, hingga jenis minyak dan minuman yang dinilai lebih sesuai bagi masing-masing golongan darah.
Pendekatan ini, menurut dr. Titi, bertujuan membantu tubuh bekerja lebih efisien dengan menyesuaikan asupan makanan terhadap enzim pencernaan yang dimiliki setiap individu, sekaligus mendukung proses pemulihan dan pencegahan penyakit secara alami.
“Fokusnya bukan hanya menurunkan berat badan. Kalau tubuh seimbang, keluhan kesehatan bisa berkurang. Bagi yang kurus, berat badan justru bisa meningkat menuju berat ideal,” jelasnya.
Sebagai pendamping pola diet tersebut, dr. Titi mengembangkan Moetee Herbal, produk herbal berbentuk serbuk yang dikonsumsi dengan cara direbus. Produk ini diracik dari berbagai tanaman obat.
Berdasarkan keterangan komposisi pada kemasan, Moetee Herbal mengandung antara lain pegagan (Centella asiatica), pandan (Pandanus amaryllifolius), jeruk purut (Citrus hystrix), kelor (Moringa oleifera), daun sukun (Artocarpus altilis), dan daun salam (Syzygium polyanthum).
Kombinasi bahan tersebut berfungsi sebagai pendukung detoksifikasi dan perlindungan organ tubuh. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dan daun sukun berperan membantu menjaga fungsi hati dan ginjal, sementara daun salam dan pegagan mendukung sirkulasi darah serta kestabilan kadar gula dan tekanan darah.
Kehadiran kelor sebagai sumber nutrisi dan antioksidan, bersama jeruk purut dan pandan, dinilai memberikan dukungan terhadap sistem imun, peradangan sendi, serta membantu relaksasi sistem saraf. Secara keseluruhan, produk ini diklaim membantu menjaga keseimbangan metabolisme, menurunkan kolesterol, dan meningkatkan kebugaran tubuh.
dr. Titi menyebutkan Moetee Herbal dikembangkan sebagai bagian dari pendekatan integratif antara teknologi medis modern dan riset herbal berbasis ilmiah yang ia tekuni sejak menempuh pendidikan doktoral di bidang herbal di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
“Saya ingin herbal dikembangkan secara ilmiah, terukur, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, hingga kini Moetee Herbal telah digunakan oleh konsumen dari berbagai wilayah di Indonesia dengan penjualan mencapai sekitar 20.000 pieces per bulan.
Meski demikian, dr. Titi menegaskan Moetee Herbal tidak dimaksudkan untuk menggantikan pengobatan medis konvensional. Produk ini digunakan sebagai pendamping pola hidup sehat, termasuk diet yang tepat, aktivitas fisik, serta terapi medis sesuai indikasi.
“Semua harus rasional dan aman. Herbal adalah bagian dari ikhtiar kesehatan, bukan pengganti diagnosis dan pengobatan dokter,” ujarnya.
Pendekatan ini menjadi ciri utama klinik yang ia kembangkan, yakni menggabungkan teknologi medis modern, pemahaman klinis, dan pemanfaatan bahan alam secara bertahap dan bertanggung jawab.
Masyarakat yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai layanan diet golongan darah, Moetee Herbal, maupun konsultasi kesehatan di Klinik dr. Titi Moertolo dapat menghubungi +62 812 8624 6300.

