SAMARINDA : Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berkomitmen untuk menjaga eksistensi pasar tradisional dengan meningkatkan kualitas pasar yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Hal demikian disampaikan Wali Kota Samarinda Andi Harun saat meresmikan Pasar Rakyat Beluluq Lingau atau sebelumnya Pasar Dayak yang berada di Jalan PM. Noor Kelurahan Sempaja Selatan Kecamatan Samarinda Utara, Rabu (8/2/2023).
Wali Kota Andi Harun menerangkan pasar tradisional harus terus dijaga eksistensi keberadaannya. Sebab, pasar tradisional merupakan roda ekonomi yang menampung produk-produk lokal masyarakat, terlebih lagi banyak masyarakat dengan strata sosial menengah menggantungkan kehidupannya di situ.
“Pasar tradisional harus dijaga eksistensinya karena bermanfaat untuk pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu untuk menjamin keberlangsungan kehidupan sosial ekonomi masyarakat lokal,” ungkap Andi Harun.
Dijelaskannya pasar tradisional tidak boleh terdegradasi dengan hadirnya pasar modern seperti retail modern dan pasar elektronik, pasalnya sebut orang nomor satu di Samarinda itu, pasar tradisional memiliki kelebihan yang tidak bisa didapatkan dari pasar modern.
Sebut saja kata dia pasar tradisional bukan hanya menjamin keberlangsungan ekonomi dan kehidupan masyarakat. Namun di pasar tradisional, masyarakat sebagai mahluk sosial dapat meningkatkan hubungan sosialnya seperti, berinteraksi, tawar menawar, silahturahmi serta meningkatkan nilai jual produk-produk lokal.
Meski demikian perkembangan lingkungan dan teknologi informasi perlu diadaptasi oleh pasar tradisional di daerah. Oleh sebab itu Andi Harun beserta jajarannya telah merencanakan beberapa pasar tradisional di Samarinda dapat meraih predikat SNI termasuk Pasar Rakyat Beluluq Lingau yang baru diresmikannya tersebut.
“Kami telah mempersiapkan pengembangan pasar tradisional di Kota Samarinda. mulai dari Pasar Rakyat Beluluq Lingau ini, kita akan kembangkan penambahan fasilitas dan dapat menjadi pasar bertaraf SNI,” tuturnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda Marnabas menjelaskan peresmian Pasar Rakyat Beluluq Lingau yang memakan anggaran Rp6,3 miliar tersebut sebagain besar telah digunakan masyarakat untuk melangsungkan aktivitas jual belinya.
Sebut dia pasar tersebut memiliki 100 petak kios dan telah digunakan sebanyak 70 kios oleh para pedagang yang sebelumnya berjualan di Pasar Dayak. Terkait lapak yang tersisa sebut dia akan diperuntukkan bagi pedagang yang berjualan di Pasar Subuh Jalan Yos Sudarso.
“Ya setelah peresmian, Pasar Rakyat Beluluq Lingau ini selain diperuntukkan bagi pedagang Pasar Dayak sebelumnya, juga untuk pedagang Pasar Subuh. Oleh sebab itu dalam rangka peningkatan kualitas pasar menuju SNI pemkot tahun ini (2023) juga telah menganggarkan anggaran pengembangan pasar sebesar Rp 2 miliar,” jelasnya.

