SAMARINDA: Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur (Kaltim) memasang ambisi besar untuk menembus tiga besar nasional pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-22 Tahun 2028.
Target tersebut menjadi komitmen utama yang dibahas dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Kaltim Tahun 2026 sebagai bagian dari konsolidasi dan evaluasi pembinaan olahraga daerah.
Rakerprov KONI Kaltim 2026 resmi dibuka pada Sabtu, 3 Januari 2026 serta turut dihadiri jajaran pengurus KONI Provinsi, KONI kabupaten dan kota, perwakilan cabang olahraga, serta Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji.
Forum ini dimanfaatkan untuk menyamakan visi dan mematangkan strategi menghadapi agenda olahraga besar ke depan.
Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras mengatakan, target tiga besar PON 2028 merupakan tuntutan sekaligus tantangan besar bagi seluruh insan olahraga di Kalimantan Timur.
Menurutnya, persaingan akan semakin ketat, terutama dengan dominasi provinsi-provinsi kuat dari Pulau Jawa.
“Kita harus bersatu dalam visi dan bangkit dalam semangat untuk berprestasi demi target tiga besar,” ujar Rusdiansyah.
Ia menilai capaian prestasi Kaltim dalam beberapa ajang nasional menunjukkan tren positif.
Meski belum mampu menembus lima besar pada PON 2024, perolehan medali Kaltim meningkat signifikan hingga 54 persen, dengan total 154 medali yang terdiri dari 30 emas, 55 perak, dan 69 perunggu.
Capaian tersebut lebih baik dibanding PON Papua maupun PON Jawa Barat.
Selain itu, Kaltim juga mencatat prestasi pada PON Bela Diri Kudus 2025 dengan menempati lima besar nasional. Di tingkat regional, Kaltim berada di peringkat ketiga ajang Sukan Borneo, sementara atlet-atletnya turut menyumbang medali bagi Indonesia pada SEA Games di Thailand.
Menurut Rusdiansyah, tahun 2026 menjadi fase krusial bagi olahraga Kaltim.
Selain harus menyukseskan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-8 di Kabupaten Paser, KONI Kaltim juga mulai memetakan kekuatan cabang olahraga unggulan sebagai persiapan jangka panjang menuju PON 2028.
“Rakerprov ini menjadi langkah awal mematangkan strategi. Evaluasi program latihan, pembinaan atlet, dan pemetaan potensi cabang olahraga menjadi agenda utama,” jelasnya.
Seluruh pengurus KONI daerah dan cabang olahraga dilibatkan dalam proses perencanaan tersebut.
Rusdiansyah menekankan pencapaian prestasi tidak dapat diraih secara individual, melainkan melalui kerja kolektif yang terencana dan berkelanjutan.
“Tidak ada keberhasilan yang dicapai sendirian. Semua medali adalah hasil kerja bersama,” tegasnya.
Melalui Rakerprov KONI Kaltim 2026, ia berharap seluruh pemangku kepentingan olahraga di daerah memiliki arah dan komitmen yang sama, sehingga target menembus tiga besar PON 2028 dapat diwujudkan secara realistis dan terukur.

