BALIKPAPAN: Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan pada Senin, 12 Januari 2026.

Proyek strategis nasional ini menjadi kilang minyak terbesar di Indonesia dan diproyeksikan memperkuat ketahanan energi nasional.
Pematangan persiapan peresmian dilakukan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, bersama jajaran PT Pertamina dan PT Kilang Pertamina Balikpapan, Minggu, 11 Januari 2026, malam.
Rapat persiapan tersebut turut dihadiri Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud.
Sebelumnya, Rudy Mas’ud menyambut kedatangan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di VVIP Room Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Balikpapan, Minggu malam, 11 Januari 2026, sekitar pukul 23.11 Wita.
Usai penyambutan, rapat pemantapan rencana peresmian dilanjutkan di Hotel Novotel Balikpapan hingga Senin dini hari.
“Sengaja kita undang Pak Gubernur dalam rapat ini, agar tahu bagaimana kekayaan kita yang ada di sini (RDMP Balikpapan),” ujar Menteri Bahlil Lahadalia.
Peresmian RDMP Balikpapan direncanakan berlangsung di halaman Kantor PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit V Balikpapan.
Presiden Prabowo Subianto juga dijadwalkan meninjau langsung fasilitas kilang yang telah mengalami peningkatan kapasitas dan teknologi.
Dengan beroperasinya kilang ini, kapasitas penyulingan minyak mentah meningkat dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari.
Proyek RDMP Balikpapan memiliki nilai investasi sebesar USD 7,5 miliar atau setara Rp123 triliun.
Selain peningkatan kapasitas, proyek ini juga meningkatkan kompleksitas kilang dari 3,7 menjadi 8.
Artinya, kilang mampu menghasilkan lebih banyak produk bernilai tinggi dan menurunkan residu secara signifikan.
Produk BBM yang dihasilkan juga telah memenuhi standar Euro V yang lebih ramah lingkungan.
“Kualitas produk setara Euro V atau ramah lingkungan,” kata Menteri Bahlil.
Keunggulan lainnya, persentase produk bernilai tinggi meningkat dari 75,3 persen menjadi 91,3 persen, sehingga diharapkan dapat menekan ketergantungan impor BBM nasional.
Rudy Mas’ud turut menyambut baik rencana peresmian RDMP Balikpapan oleh Presiden Prabowo. Menurutnya, keberadaan kilang terbesar di Indonesia ini menjadi kebanggaan nasional sekaligus strategis bagi Kaltim.
“Kita sangat menyambut baik, karena Presiden Prabowo dijadwalkan hadir untuk meresmikan RDMP terbesar di Indonesia, RDMP Balikpapan,” ujar Gubernur Rudy.
Ia meyakini kilang dengan kapasitas maksimal 360 ribu barel per hari tersebut akan memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional.
“Refinery ini akan menjaga ketahanan energi kita dan menekan impor, terutama untuk bensin dan solar. Ini akan menjadi kebanggaan Indonesia, bukan hanya Kaltim,” pungkasnya.

