SAMARINDA : Usai mengikuti kick off Penyusunan Rencana Pembangunan Daerah (PRPD) Kaltim dan Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah Tahun 2024 – 2026, Kamis (5 /1/2023).
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, mengatakan,Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus berupaya mencari langkah efektif agar serapan anggaran tahun 2023 ini lebih besar dari tahun lalu, salah satunya melalui lelang dini.
“Kita sudah melakukan lelang dini,” kata Sri di Ruang Serbaguna Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Sabtu (7/1/2023).
Ia menjelaskan, mulai awal Januari ini, Pemprov Kaltim sedang mencoba melakukan percepatan untuk pengadaan barang dan jasa. Ia menyebut, sudah ada puluhan item yang dilelang dini dan pertengahan Januari akan kontrak.
Mantan Kadis Pariwisata Kaltim itu menegaskan, upaya tersebut dilakukan Pemprov Kaltim sesuai arahan Gubernur Kaltim sejak pertengahan tahun lalu, ditambah adanya penjelasan dari Kementerian Dalam Negeri.
“Nah ini upaya kita bahwa semua kegiatan fisik itu bisa lebih awal dilakukan,”ucapnya.
Selain itu, ia mengaku, hal tersebut dilakukan di awal tahun agar SPJ di tahun 2023 ini tidak di akhir tahun, mengingat selama ini semua SPJ selalu di akhir tahun.
“Kita sadari di Desember itu lompat dari 60 persen hingga 80 persen untuk serapan anggaran, tapi itu masih rendah,”jelasnya.
“Kalau kita mulai Januari, ya harapannya bisa minimal 90 persen, sebab sulit mencapai 100 persen,” sambungnya.
Maka dari itu, Pemprov Kaltim ingin melakukan percepatan disamping juga penyesuaian.
“Nanti kita koordinasi ke Mendagri. Misal SIPD ini cepat informasi. Sekarang kita fokus di SIPD untuk memudahkannya. Terlebih, semua OPD sudah terkonek,” jelasnya lagi.
Sebelumnya, dalam arahannya, Gubernur Kaltim Isran Noor mengingatkan kembali agar semua OPD sudah ada yang menyelesaikan tender, bahkan sudah selesai tendernya akhir Januari.

