KUKAR: Yonif 611/Awang Long dipersiapkan untuk menjalani penugasan ke Jalur Gaza pada tahun 2026.

Danpussenif Letjen TNI Iwan Setiawan menegaskan bahwa misi internasional tersebut merupakan bentuk kehormatan bagi satuan infanteri di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).
Hal itu disampaikan Letjen Iwan Setiawan saat melakukan kunjungan kerja ke Markas Yonif 611/Awl di Loa Janan, Kutai Kartanegara, Rabu, 3 Desember 2025.
Kunjungan tersebut didampingi Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha dan Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul.
Dalam penyambutan, Danpussenif menerima hormat jajar, pengalungan bunga, serta tarian selamat datang dari prajurit Yonif 611/Awang Long.
Ia kemudian meninjau stand persenjataan dan alutsista satuan, dilanjutkan paparan internal oleh Danyon di ruang transit.
Dalam arahannya kepada seluruh prajurit, Letjen Iwan menjelaskan bahwa penugasan internasional selalu menjadi tonggak penting bagi satuan tempur TNI.
Yonif 611, kata dia, telah diproyeksikan mengikuti misi Indonesia untuk Palestina di wilayah Gaza pada 2026.
“Penugasan tahun depan memberikan kehormatan kepada Yonif 611 berangkat ke jalur Gaza dan itu merupakan suatu kehormatan,” tegas Letjen Iwan di hadapan personel.
Namun, ia menegaskan bahwa penugasan tidak akan dilakukan secara utuh dalam satu batalyon.
Sebagai misi internasional, pasukan akan menerima penguatan personel dari berbagai kecabangan TNI AD untuk membentuk satuan tugas khusus.
Danpussenif meminta seluruh prajurit menjaga kondisi fisik, meningkatkan kemampuan tempur, dan menghindari pelanggaran.
Kesiapan personel dinilai menjadi faktor utama sebelum menjalani misi kemanusiaan di daerah konflik.
“Jaga selalu kebugaran fisik. Bela diri dan kemampuan menembak harus bagus, jangan sampai prajurit kalah dengan masyarakat sipil,” ujarnya.
Letjen Iwan juga menyoroti ancaman narkoba dan judi online yang dapat merusak karier prajurit.
Ia menegaskan bahwa TNI akan menindak tegas personel yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika maupun aktivitas judi.
“Hindari narkoba dan judi online. Dua hal ini merusak prajurit, merusak keluarga, dan menghancurkan masa depan. Jika terjerumus, sanksinya pemecatan,” tegasnya.
Letjen Iwan mengungkapkan bahwa pemerintah berencana membentuk sejumlah satuan baru, termasuk Batalyon Teritorial Pertanian (Yon TP), sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan nasional sesuai arahan Presiden RI.
Ia menyebut pemekaran satuan tidak hanya terjadi di matra TNI AD, melainkan juga pada Angkatan Laut hingga Angkatan Udara untuk memenuhi kebutuhan strategis negara.
“Satuan Yon TP akan dibentuk sesuai instruksi Presiden dalam rangka menjaga ketahanan pangan. Prajurit yang pindah ke satuan baru itu merupakan suatu kehormatan,” jelasnya.

