Samarinda – Sebuah logo baru ditampilkan Pemkot Samarinda yang akan digunakan dalam publikasi HUT ke-62 Pemkot Samarinda dan HUT ke-354 Kota Samarinda pada 21 Januari 2022 mendatang.
Peluncuran logo langsung dilakukan Wali Kota Samarinda Andi Harun dalam konferensi pers bersama awak media di Balai Kota Samarinda, Selasa (4/1/2022).
Terdapat tiga ikon yang terhubung dalam logo HUT seperti gambar pesut yang terletak tepat di bawah angka 3 pada logo, kemudian motif sarung Samarinda yang berada di angka 4 berwarna garis merah dan di angka 2 berwarna biru.
Selain itu, terdapat ikon perahu tambangan berwarna hijau yang berada tepat di atas ombak air berwarna biru. Warna logo begitu beragam mulai dari biru kuning, merah, hijau, jingga dan putih.
Diterangkan Andi Harun, pemberian beragam warna bermaksud untuk menumbuhkan semangat dan motivasi yang besar dalam peringatan HUT. Ia juga mengatakan jika HUT Pemkot dan HUT Kota Samarinda adalah peristiwa bersejarah di masa lalu yang terhubung di masa kini dan masa yang akan datang.
“Logo tahun ini sengaja dibuat sekece mungkin agar tidak kaku dan menumbuhkan semangat dan motivasi. Karena kita ingin Samarinda maju-semajunya tanpa mencabut akar sejarah,” tegasnya.
Kemudian melalui ragam warna, Pemkot Samarinda ingin mengirim pesan bahwa masyarakat Samarinda yang melambangkan heterogen alias beragam tapi dapat bersatu, bekerja sama, baik susah ataupun senang dalam bertanggung jawab membangun Kota Samarinda yang tercinta ini.
“Ini yang ingin kita sampaikan dalam makna logo baru tersebut,” katanya.
Mantan Wakil Ketua DPRD Kaltim itu pun berharap agar seluruh warga masyarakat Kota Samarinda dapat memeriahkan peringatan HUT Pemkot dan Kota Samarinda dengan hati yang gembira serta bisa berpartisipasi menghiasi setiap sudut kota termasuk perahu di perairan dengan lampu seri dan bendera logo HUT.
“Semua warga Kota Samarinda bisa memeriahkan HUT dan bisa dideskripsikan agar gedung pemerintahan baik swasta, pusat, komersil menghiasi dengan lampu seri dan memasang logo HUT,” pintanya.
Ia juga berpesan agar masyarakat dapat memasangnya dengan rasa ikhlas dan senang sehingga hasil dari deskripsi tersebut terlihat indah dan bukan terkesan dipaksakan.

