SAMARINDA: Arus balik Idulfitri 2026 di Terminal Tipe A Samarinda Seberang mulai menunjukkan peningkatan signifikan hingga Kamis, 26 Maret 2026 atau H+4 lebaran.
Lonjakan terlihat dari jumlah penumpang datang yang terus meningkat, seiring kesiapan layanan terminal yang telah dipersiapkan sejak awal masa angkutan Lebaran.
Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran yang dihimpun Narasi.co, jumlah penumpang datang pada periode arus balik mengalami tren kenaikan sejak H+1.
Pada H+1 tercatat sebanyak 152 penumpang datang, kemudian meningkat menjadi 353 orang pada H+2, dan mencapai angka tertinggi pada H+3 dengan 438 penumpang.
Memasuki H+4 atau 26 Maret 2026, jumlah penumpang datang masih relatif tinggi, yakni sebanyak 395 orang.
Kondisi ini menunjukkan arus balik masih berlangsung dan belum mencapai puncaknya.
Sementara itu, jumlah penumpang berangkat cenderung fluktuatif. Pada H+1 tercatat 290 penumpang berangkat, kemudian sedikit menurun menjadi 288 orang pada H+2, dan kembali meningkat menjadi 331 orang pada H+3.
Pada H+4, jumlah keberangkatan masih berada di kisaran yang sama.
Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Samarinda Seberang, Yunita Sari, mengatakan pihaknya telah melakukan persiapan melalui evaluasi bersama para pemangku kepentingan, mulai dari ketepatan layanan, ketersediaan armada, pengaturan lalu lintas, hingga fasilitas penunjang bagi pemudik.
“Fasilitas ini meliputi ketersediaan toilet bersih, ruang pendukung lainnya, hingga jaringan internet yang membantu kami bekerja karena pendataan ini diinput secara langsung tanpa jeda (real-time),” ujarnya di Terminal Samarinda Seberang, Jalan Bung Tomo.
Untuk memantau dinamika di lapangan, pihak terminal juga telah mengoperasikan posko pelayanan mudik sejak 13 hingga 30 Maret 2026.
Posko tersebut menjadi pusat pemantauan sekaligus pembaruan data kedatangan dan keberangkatan penumpang secara berkala.
Berdasarkan pantauan sementara, jumlah penumpang pada hari keempat menjelang Lebaran menunjukkan tren peningkatan signifikan dibandingkan hari biasa, yang kemudian berlanjut hingga masa arus balik.
Yunita menegaskan ketersediaan tiket dan kursi penumpang sangat bergantung pada jumlah armada yang dioperasikan oleh perusahaan otobus (PO).
“Untuk ketersediaan kursi, sangat bergantung pada armada yang dijalankan oleh PO. Kami terus memantau agar kebutuhan penumpang tetap terlayani,” katanya.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terjadi peningkatan signifikan pada arus kedatangan.
Secara kumulatif, jumlah penumpang datang pada 2026 mencapai 3.481 orang, meningkat sekitar 28 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebanyak 2.724 penumpang.
Sebaliknya, jumlah penumpang berangkat mengalami penurunan. Pada 2026 total keberangkatan tercatat sebanyak 3.014 orang, turun sekitar 43 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 5.356 orang.
Dari sisi pergerakan kendaraan, jumlah bus yang beroperasi juga mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.
Hingga H+4, jumlah kendaraan datang berkisar 13 unit per hari, sementara kendaraan berangkat berada di kisaran 11 hingga 13 unit. Secara total tercatat 144 kendaraan datang dan 150 kendaraan berangkat selama periode angkutan Lebaran 2026.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan 2025 yang mencatat 216 kendaraan datang dan 225 kendaraan berangkat, atau turun sekitar 33 persen.
Diperkirakan arus balik masih akan berlangsung beberapa hari ke depan, terutama menjelang berakhirnya masa libur Lebaran.
Terminal Samarinda Seberang diketahui melayani rute utama Samarinda-Banjarmasin dengan dua jalur perjalanan yang umum digunakan, yakni melalui Barabai-Amuntai serta jalur Batu Licin.
Selain sebagai titik keberangkatan, terminal ini juga menjadi tujuan akhir bagi penumpang dari wilayah Kalimantan Selatan.

