SAMARINDA: Kinerja sektor pertanian Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang 2025 menunjukkan tren positif.
Produksi beras Kaltim tercatat menembus 158.442 ton, seiring kenaikan luas panen sebesar 5,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan Angka Sementara Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) hingga 30 Desember 2025, luas panen padi Kaltim mencapai 66.602 hektare.
Angka ini meningkat dari 63.041 hektare pada 2024. Sementara itu, produksi beras juga naik sekitar 9,11 persen dari 145.209 ton pada 2024.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyatakan, capaian tersebut mencerminkan hasil dari berbagai upaya peningkatan produktivitas pertanian yang dijalankan pemerintah provinsi bersama petani.
Rekayasa lahan melalui penambahan kapur dan dolomit, serta penerapan metode Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA), disebut mampu mendongkrak hasil panen padi dari rata-rata 3-4 ton menjadi 6-7 ton per hektare dalam sekali panen.
“Produksi beras kita terus meningkat. Dulu Kaltim hanya mampu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan beras sendiri, kini sudah mencapai sekitar 60 persen,” ujar Seno Aji beberapa waktu lalu.
Selain peningkatan produktivitas, Pemprov Kaltim juga menargetkan perluasan lahan pertanian dari sekitar 33 ribu hektare menjadi 50 ribu hektare melalui program cetak sawah baru dan optimalisasi lahan eksisting.
Langkah ini diproyeksikan memperkuat ketahanan pangan daerah dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar provinsi.
Meski demikian, tantangan ke depan masih ada, mulai dari perubahan iklim, risiko bencana yang berpotensi memicu gagal panen, keterbatasan lahan subur, hingga kebutuhan regenerasi petani.
Pemerintah daerah mendorong keterlibatan generasi muda melalui program Brigade Pangan, Petani Milenial, serta dukungan sarana produksi dan alat pertanian modern.
Dengan capaian produksi 158 ribu ton pada 2025 dan tren kenaikan luas panen, Kalimantan Timur optimistis dapat terus mendekati target swasembada beras, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu penopang ketahanan pangan nasional.

