Samarinda – Ketidakpastian kapan wabah akan berakhir membuat masyarakat terutama golongan menengah ke bawah bingung memikirkan nasib mereka. Pemerintah juga terus berupaya mencari sumber dana bantuan yang dapat dimanfaatkan guna mengurangi kecemasan publik menghadapi dampak dari pandemi Covid-19.
Pemerintah pun memberi solusi. Salah satunya adalah pemanfaatan 8 persen dana desa yang bisa digunakan untuk penanganan warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman) akibat paparan Covid-19.
“Pemanfaatan dana desa 8 persen untuk pembelian barang-barang diperlukan untuk pendeteksian dini supaya tidak ada yang meninggal saat isoman,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Senin (2/8/2021) malam, di kutif dari CNN.
Untuk diketahui, pemerintah mewajibkan alokasi 8 persen untuk penanganan Covid-19 di tingkat desa. Dana dapat dimanfaatkan untuk pengadaan masker, disinfektan, fasilitas cuci tangan, alat pelindung diri, hingga biaya rapid test.
Diterangkannya, bila dana itu juga ditujukan untuk membuka tempat isolasi terpusat (isoter) dan penjemputan warga. Luhut juga katakan kalau pihaknya mendorong peran aktif TNI/Polri dan pemerintah daerah dapat melakukan 3T, yakni testing, tracing, dan treatment.
“Mendorong peran TNI/Polri dan Pemda untuk terlibat aktif melakukan 3T dan penjemputan masyarakat yang melakukan isoman agar tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan,” jelas Luhut.
Selain itu, dana desa juga dapat digunakan untuk memasok kebutuhan masyarakat yang tengah melakukan isoman, seperti makanan, vitamin, dan lainnya.
Dia berharap agar pemanfaatan dana desa dapat menekan angka kematian akibat Covid-19 selama isoman.

