
Bontang – Rencana pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Bontang yang akan dilaksanakan bulan Juli mendatang, disambut baik oleh Anggota Komisi I DPRD Bontang Ma’ruf Effendi.
Demikian disampaikan Ma’ruf Effendi usai kegiatan beberapa waktu lalu di Jalan Habibon Kelurahan Tanjung Laut.
Dikatakan Ma’ruf Effendi bahwa kebijakan PTM di berbagai daerah berbeda- beda, termasuk di Kalimantan Timur belum adanya izin secara resmi.
“Kita tau bersama kebijakan PTM berbeda- beda. Kalau sudah siap, ya saya mendukung,” kata Ma’ruf Effendi.
Ma’ruf Effendi meminta pihak penyelenggara pendidikan harus benar- benar memastikan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan membatasi jumlah siswa hingga pemberlakuan pergantian jam belajar.
Hal ini mengingat, mobilitas anak didik yang bertemu orang banyak dan sangat rentan terinfeksi Covid-19.
Pihaknya juga tidak memungkiri jika ternyata ada orang tua murid yang tidak sependapat dengan adanya PTM, maka orang tua dapat memilih metode daring.
“Jika memang tidak setuju untuk PTM maka akan tetap daring. Jadi akan ada dua metode pembelajaran,” terangnya.
Pada kesempatan serupa, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang Akhmad Suharto tidak ingin memberikan tanggapan terlalu jauh terkait PTM.
Akan tetapi, pihaknya berharap di aturan ajaran baru 2021 nanti akan dilaksanakan PTM di sekolah-sekolah.
“Kalau memang memungkinkan ya kita akan terapkan, kan PJJ sudah berlangsung setahun lebih,” tandasnya.

