BONTANG: Di banyak tempat, masjid umumnya hanya menyediakan fasilitas dasar bagi jemaah, seperti tempat wudu, ruang salat, dan area parkir.
Namun, konsep pelayanan di Masjid Besar Al-Istiqomah mencoba melangkah lebih jauh dengan menghadirkan berbagai layanan tambahan yang dirancang untuk membantu kebutuhan jemaah sehari-hari.

Masjid yang berada di Jalan DI Pandjaitan, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), itu kini menyediakan sejumlah fasilitas yang jarang ditemukan di masjid pada umumnya.
Bukan hanya tempat ibadah, pengurus masjid berupaya menjadikannya sebagai ruang singgah yang nyaman bagi masyarakat.
Berdasarkan informasi yang tertera pada spanduk layanan masjid, sejumlah fasilitas disediakan bagi jemaah, mulai dari tempat mandi lengkap dengan sabun, sikat, hingga pasta gigi.
Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh siapa saja yang membutuhkan, terutama musafir atau jemaah yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.
Tak hanya itu, pengurus juga menyediakan tempat tidur bagi jemaah yang ingin beristirahat atau bermalam di masjid.
Bahkan, sarapan pagi turut disiapkan bagi mereka yang menginap.
Tak banyak syarat, hanya cukup mengonfirmasi kepada marbut masjid jika ingin bermalam.
Pelayanan tersebut menjadi salah satu bentuk upaya pengurus masjid untuk menghadirkan fungsi sosial yang lebih luas.
Di tengah aktivitas masyarakat yang semakin dinamis, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu jemaah yang membutuhkan tempat singgah sementara.
Selain fasilitas mandi dan tempat istirahat, pengurus masjid juga menyediakan sandal gratis bagi jemaah yang kehilangan alas kaki saat menunaikan salat, sebuah hal yang kerap terjadi di berbagai masjid.
Layanan lain yang juga disediakan adalah pencetakan spanduk atau undangan secara gratis bagi jemaah yang membutuhkan.
Layanan ini dimaksudkan untuk membantu kegiatan sosial maupun keagamaan masyarakat sekitar.
Marbut Masjid Al-Istiqomah, Muhammad Kasim, mengatakan program layanan tersebut mulai dijalankan sekitar dua bulan terakhir.
Menurutnya, berbagai fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya pengurus masjid untuk meningkatkan pelayanan kepada jemaah sekaligus memperkuat fungsi sosial masjid di tengah masyarakat.
“Dana yang dipakai dari infak. Alhamdulillah program ini mulai dijalankan dan banyak manfaatnya,” ujarnya, Jumat, 3 April 2026.
Ia mengungkapkan, meskipun jumlah jemaah yang menginap tidak terlalu banyak, fasilitas yang tersedia tetap dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan tempat beristirahat sementara.
“Memang yang menginap tidak banyak. Biasanya pagi mereka sudah pergi, padahal ada sarapan kalau mereka melapor,” tuturnya.
Menurut Kasim, sejak awal berdiri, Masjid Al-Istiqomah memang berupaya tidak hanya menjadi tempat ibadah semata, tetapi juga memberikan manfaat sosial yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
Konsep pelayanan seperti ini dinilai sejalan dengan fungsi masjid pada masa awal Islam, yang tidak hanya menjadi tempat salat, tetapi juga pusat aktivitas sosial, pendidikan, hingga tempat singgah bagi musafir.
Karena itu, pengurus berharap program layanan tersebut dapat terus berjalan dan bahkan berkembang ke depan, sehingga semakin banyak jemaah yang merasakan manfaatnya.
“Harapan kami, masjid ini bisa terus memberi manfaat bagi masyarakat, bukan hanya untuk beribadah, tetapi juga membantu kebutuhan jemaah,” pungkasnya.

