BANGKALAN: Masjid Syaikhona Kholil menjadi salah satu masjid termegah di Pulau Madura sekaligus ikon kebanggaan masyarakat Bangkalan, Jawa Timur.

Masjid ini dibangun sebagai bentuk penghormatan kepada ulama besar Nusantara, Syaikhona Kholil, yang memiliki peran penting dalam perkembangan Islam dan pesantren di Indonesia.
Sosok Ulama Besar Nusantara
Syaikhona Kholil atau Kyai Haji Mohammad Kholil lahir di Kampung Pasar Senen, Desa Demangan, Kecamatan Bangkalan, pada Rabu, 25 Mei 1835.
Ia merupakan putra dari KH Abdul Latief dan Syarifah Khodijah.
Sejak kecil, ia telah diarahkan untuk mendalami ilmu agama di berbagai pesantren di Jawa Timur.
Namanya kemudian dikenal luas sebagai guru dari banyak ulama besar Indonesia.
Sejumlah pendiri pesantren ternama merupakan santri beliau, sehingga ia kerap dijuluki sebagai Bapak Pesantren Indonesia.
Pada 1861, ia mendirikan pondok pesantren di Kademangan, Bangkalan.
Di kawasan inilah kemudian berdiri Masjid Syaikhona Kholil yang juga menjadi tempat peristirahatan terakhir beliau.
Setelah wafat dan dimakamkan di kompleks pesantren, arus peziarah terus meningkat dari tahun ke tahun.
Dari Musala Sederhana Menjadi Masjid Megah
Awalnya, bangunan ini hanya berupa musala milik pesantren yang digunakan untuk ibadah santri dan masyarakat sekitar.
Musala berukuran sekitar 8×10 meter itu berdiri di atas lahan kurang lebih 3 hektare yang menyatu dengan area pesantren.
Dua tahun setelah wafatnya Syaikhona Kholil, sekitar tahun 1920-an, musala tersebut dibangun menjadi masjid untuk pertama kalinya.
Bentuknya masih sederhana dan difokuskan untuk menampung jumlah jemaah yang semakin meningkat.
Dana pembangunan berasal dari kotak amal dan sumbangan para jemaah.
Seiring meningkatnya kunjungan peziarah, masjid ini terus mengalami pengembangan dan rehabilitasi.
Rehabilitasi dan Pengembangan Modern
Rehabilitasi besar dimulai pada 2003 saat Fuad Amin menjabat sebagai Bupati Bangkalan.
Pembangunan berlangsung lebih dari satu tahun dengan desain yang dibuat lebih modern.
Proyek ini mencakup pembangunan dua area teras atau taman, pembaruan interior dan eksterior bangunan utama, serta penyediaan area parkir luas yang mampu menampung puluhan kendaraan, termasuk bus wisata.
Kompleks masjid juga dilengkapi pertokoan untuk menunjang aktivitas peziarah.
Arsitektur Megah
Secara arsitektur, Masjid Syaikhona Kholil tampil megah dan kokoh.
Struktur bangunannya dihiasi ornamen kaligrafi detail di hampir seluruh bagian ruangan.
Warna bangunan didominasi cokelat, emas, dan putih dengan aksen hijau yang serasi dengan kubah utama berwarna kuning emas.
Di sisi kanan dan kiri berdiri dua menara dengan ketinggian berbeda.
Pada bagian atas menara terdapat kubah kecil yang menaungi pengeras suara.
Masjid dua lantai ini berbentuk persegi dengan fasad serta ornamen kaligrafi yang kuat.
Jendelanya terbuat dari kayu jati berbentuk kerucut dengan kaca mosaik di bagian tengah.
Pintu utama didesain senada dengan jendela dan diperkaya ornamen kaligrafi.
Di bagian dalam, empat tiang utama menopang struktur bangunan.
Kaligrafi ayat-ayat Al-Qur’an berwarna kuning keemasan menghiasi dinding, sementara lantai granit menghadirkan kesan sejuk dan nyaman.
Pada mihrab, motif batik diagonal dipadukan dengan ornamen kaligrafi, menambah nilai estetika ruang salat.
Kubah utama menjadi daya tarik paling mencolok. Ukurannya besar dan menjulang, hampir menutupi sebagian besar area dalam masjid.
Desain kubah bergaris etnis dipadukan lampu kristal besar yang menggantung di tengahnya, menciptakan kesan mewah.
Pada malam hari, kubah memantulkan cahaya kuning keemasan yang memperkuat kesan elegan.
Kubah tersebut dibuat dari plat baja karbon ringan berkualitas tinggi dengan panel enamel yang kuat dan tahan lama, sekaligus memberi tampilan mewah.
Fasilitas Lengkap Penunjang Ziarah
Sebagai pusat ibadah dan ziarah, masjid ini dilengkapi berbagai fasilitas modern.
Areal parkir luas mampu menampung ratusan kendaraan, termasuk bus, dan dijaga selama 24 jam untuk menjamin keamanan pengunjung.
Taman masjid ditata dengan beragam tanaman dan bunga warna-warni, sehingga pengunjung dapat beribadah sekaligus menikmati suasana.
Di area kompleks juga terdapat pasar tradisional yang menjual perlengkapan ibadah, cenderamata, hingga aneka kuliner.
Pada malam hari, kawasan ini menjadi lokasi favorit pedagang makanan bagi para peziarah.
Keberadaan Masjid Syaikhona Kholil tidak hanya menjadi simbol kemegahan arsitektur, tetapi juga pusat spiritual sekaligus penggerak ekonomi masyarakat sekitar.
Hingga kini, masjid ini tetap menjadi magnet wisata religi dan warisan sejarah yang dijaga oleh masyarakat Bangkalan.

