JAKARTA: Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menginstruksikan penguatan langkah antisipatif serta koordinasi lintas sektor untuk memastikan keselamatan dan kelancaran layanan transportasi di seluruh moda, menyusul potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan.
“Seluruh unit teknis di pusat dan daerah diminta meningkatkan kewaspadaan, memantau titik-titik rawan banjir dan longsor, serta menyiagakan SDM dan peralatan untuk respons cepat jika terjadi gangguan operasional,” ujar Menhub Dudy saat kunjungan kerja di Batam, Kepulauan Riau, Kamis, 29 Januari 2026.
Berdasarkan informasi BMKG terkait prospek cuaca mingguan periode 27 Januari–2 Februari 2026, hujan lebat hingga ekstrem berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan longsor di wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, serta Papua Pegunungan.
Menhub menegaskan keselamatan perjalanan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Penyesuaian operasional transportasi, mulai dari pengaturan lalu lintas, pembatasan kecepatan, penundaan perjalanan, hingga penghentian sementara layanan dapat dilakukan jika kondisi dinilai berisiko.
“Keselamatan adalah hal yang tidak bisa ditawar. Dalam kondisi cuaca ekstrem, kami memilih untuk lebih berhati-hati demi melindungi masyarakat,” tegasnya.
Di sektor jalan tol, Kemenhub berkoordinasi dengan BPJT, operator tol, kepolisian, dan pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan pengelolaan lalu lintas.
Pada sektor perkeretaapian, patroli dan inspeksi jalur rel ditingkatkan, khususnya di wilayah rawan banjir dan longsor.
Sementara itu, pada sektor transportasi laut dan penyeberangan, pemantauan cuaca dan gelombang diperketat.
Penyesuaian jadwal hingga penundaan keberangkatan dilakukan apabila kondisi belum memenuhi standar keselamatan.
Di sektor udara, kesiapan operasional bandara dan akses menuju bandara terus dipastikan melalui koordinasi dengan penyelenggara penerbangan dan layanan navigasi udara.
Menhub Dudy juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan, memantau informasi cuaca dari BMKG, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Kami mengimbau masyarakat tidak memaksakan perjalanan jika kondisi cuaca belum memungkinkan. Penundaan perjalanan merupakan bentuk perlindungan keselamatan bersama,” tuturnya.
Kemenhub memastikan akan terus melakukan pemantauan intensif dan memperkuat sinergi dengan BMKG, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta seluruh pemangku kepentingan guna menjaga sistem transportasi nasional tetap aman dan andal.

