Samarinda – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut ada tiga strategi di hulu untuk orang sehat yang dapat mengurangi laju penularan Covid-19.
Yaitu 3M (perubahan perilaku hidup), strategi deteksi (3T/testing, tracing dan treatment), dan terakhir vaksinasi.
“Prioritasnya strategi hulu, supaya orang tidak sakit dan tidak wafat,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Penguatan Solidaritas Penanganan Covid-19 yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Kamis (19/8/2021).
Jika masyarakat masih kurang disiplin dan akhirnya terpapar maka diterapkan strategi keempat yaitu pelayanan pasien.
Strategi keempat dikatakan Menkes paling mahal karena harus disiapkan orangnya, ruangannya, obatnya, oksigen dan lain-lain.
“Empat strategi ini harus berjalan bersama untuk mengurangi laju penularan Covid-19,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyebut masyarakat Indonesia harus siap dengan perubahan di seluruh bidang kehidupan dengan adanya prokes yang baru.
Ia lantas memberi contoh Amerika Serikat dan Israel yang mengedepankan vaksinasi, tapi kemudian melalaikan protokol kesehatan (pola hidup baru), maka Covid-19 kembali melonjak di kedua negara itu.
Budi percaya bahwa manusia selalu bisa beradaptasi, sehingga prokes baru bisa dijalankan dengan disiplin di masa-masa mendatang.
“Kita akan hidup lama dengan virus ini (Covid-19), karena itu kita mencoba menata kembali perilaku dengan prokes yang baru,” tuturnya.
Dijelaskannya, dalam menuju prokes baru secara mudah, didukung juga oleh teknologi digital agar semua kegiatan normal sehari-hari dapat berjalan, namun tetap di bawah standar prokes yang diinginkan.
“Dengan demikian, kegiatan ekonomi bisa berjalan dengan prokes yang baru,” katanya.
Ia juga menyebut telah menyusun prokes baru untuk industri-industri besar, aktivitas perdagangan, transportasi, pariwisata, kantor/pabrik, keagamaan, dan pendidikan.
“Sudah disusun prokes yang baru sehingga perubahan perilaku yang nanti ada akan terjadi dengan wajar. Juga dibantu dengan teknologi digital,” bebernya.

