SAMARINDA: Suasana Minggu pagi, 1 Februari 2026, di Gelora Kadrie Oening (GKO), Jalan Wahid Hasyim, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, lebih hidup dari biasanya.

Sejak matahari terbit, ratusan warga memadati kawasan GOR untuk berolahraga, mulai dari jogging, jalan santai, hingga senam ringan bersama komunitas.
Aktivitas olahraga pagi itu berpadu dengan atmosfer keramaian yang berbeda.
Sekitar pukul 07.00 Wita, kawasan GKO semakin dipadati masyarakat seiring digelarnya Kick-off Siaran Piala Dunia 2026.
Meski pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 baru akan berlangsung pada Juni mendatang di Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat, acara di Samarinda ini menjadi penanda awal bahwa TVRI secara resmi akan menyiarkan seluruh rangkaian pertandingan Piala Dunia 2026 untuk masyarakat Kalimantan Timur.
Kick-off tersebut dikemas sebagai peluncuran program siaran sekaligus edukasi publik mengenai hak siar dan kesiapan TVRI menyambut pesta sepak bola dunia.
Warga yang semula berolahraga ikut berhenti sejenak menyaksikan rangkaian acara, sementara sebagian lainnya tetap melanjutkan aktivitas pagi dengan latar sorak-sorai dan musik penyemangat dari panggung utama.
Keramaian semakin terasa dengan hadirnya kelompok suporter MSA (Mendukung Sampai Akhir), kelompok pendukung setia Borneo FC.
Mengenakan atribut kebanggaan mereka, MSA turut memeriahkan acara dengan yel-yel dan semangat khas tribun stadion, menambah nuansa sepak bola yang kental di tengah suasana Minggu pagi.
Di luar agenda utama, GOR Kadrie Oening tetap menjalankan perannya sebagai ruang publik favorit warga.
Jalur jogging yang memadai, udara pagi yang segar, serta tata ruang terbuka hijau membuat masyarakat betah berlama-lama.
Anak-anak, remaja, hingga lansia terlihat berbaur menikmati waktu bersama keluarga maupun komunitas.
Daya tarik lain yang tak kalah penting adalah keberadaan wisata kuliner dan UMKM di sekitar area GOR.
Seusai berolahraga atau mengikuti acara kick-off, pengunjung dapat menikmati beragam sajian khas lokal seperti bubur ayam, nasi kuning, lontong sayur, aneka kue tradisional, hingga minuman herbal.
Kehadiran UMKM ini menjadikan GKO bukan hanya ruang olahraga, tetapi juga pusat pergerakan ekonomi rakyat.
Rayan (24), salah satu warga Samarinda yang datang bersama rekan-rekannya, mengaku rutin menghabiskan Minggu pagi di GOR.
“Biasanya ke sini buat jalan santai aja. Kebetulan hari ini ramai ada acara Piala Dunia, jadi makin seru. Habis olahraga bisa langsung sarapan, banyak pilihan makanannya,” ujarnya.
Kombinasi antara olahraga, hiburan, dan kegiatan publik berskala daerah tersebut memberikan dampak positif ganda, meningkatkan kesadaran hidup sehat sekaligus menggerakkan roda ekonomi kecil.
Pemerintah daerah pun terus mendorong optimalisasi fasilitas publik seperti GOR Kadrie Oening sebagai ruang interaksi sosial yang sehat, aman, dan produktif.
Dengan semakin beragamnya agenda yang digelar, GOR Kadrie Oening kini tak sekadar menjadi pusat olahraga, tetapi juga ikon gaya hidup sehat, ruang kebersamaan warga, serta simpul kegiatan olahraga dan ekonomi kreatif di Kota Samarinda.

