Bontang – Wali Kota Bontang Basri Rase memastikan tahun 2022 proses lelang proyek maupun pengadaan barang dilakukan di awal tahun untuk memaksimalkan serapan anggaran dan menghindari Silpa.
Hal tersebut diungkapkannya saat ditemui Narasi.co di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jumat (1/9/2021).
“Saya pastikan lelang tahun depan mulai sejak Januari,” ungkapnya.
Tidak bisa dipungkiri lelang di pertengahan tahun menjadi tradisi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang kemudian berdampak pada Silpa karena serapan anggaran minim.
“Itu biasanya teman-teman lambat dalam pembentukan panitia. Karena itu pola ini akan saya rubah hingga di awal tahun nanti proses lelang sudah berjalan,” ungkapnya.
Untuk meminimalisir besarnya Silpa tahun 2021, Basri Rase akan melakukan evaluasi kerja seluruh OPD agar memaksimalkan penyerapan anggaran sebesar Rp 600 miliar selama dua bulan ke depan.
“Saya sudah perintahkan untuk maksimal serapan anggaran. Tapi serapannya masih kurang, nanti saya adakan evaluasi kerja,” tutupnya.
Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam memprediksi Silpa anggaran tahun 2021 mencapai Rp 300 miliar.
Sebab menurutnya dengan sisa waktu dua bulan berjalan serapan anggaran sebesar Rp 600 juta sangatlah mustahil.

