SAMARINDA: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan langkah evaluasi menyusul penurunan nilai matematika siswa pada hasil tes kemampuan akademik (TKA) yang diselenggarakan November lalu.
Sekretaris Disdikbud Kaltim, Rahmat Ramadhan, mengatakan tren penurunan nilai matematika terjadi merata di sejumlah kabupaten/kota.
Tantangan terbesar muncul pada kemampuan numerasi dasar dan pemahaman konsep setelah masa pembelajaran pascapandemi.
“Banyak siswa masih kesulitan pada numerasi dasar. Hasil asesmen ini memang menunjukkan penurunan dan itu menjadi alarm bagi kita semua,” ujar Rahmat saat dikonfirmasi, Rabu, 3 Desember 2025.
Ia menegaskan bahwa Disdikbud mulai menyiapkan evaluasi komprehensif, termasuk intervensi pembelajaran yang lebih terarah untuk memperkuat mata pelajaran matematika di semua jenjang.
“Kami sudah meminta sekolah-sekolah melakukan pemetaan ulang kemampuan siswa,” ucapnya.
Disdikbud Kaltim menegaskan bahwa TKA tidak akan menentukan kelulusan sekolah, namun akan memengaruhi kesempatan siswa memilih jurusan atau kampus tertentu.
“Tapi kalau nilainya rendah, jurusan yang bisa mereka ambil semakin terbatas. Itu yang harus dipahami orang tua,” jelas Rahmat.
Rahmat juga menyoroti ketimpangan mutu pendidikan antara wilayah perkotaan dan pinggiran. Banyak sekolah di daerah terpencil masih kekurangan guru matematika serta menghadapi keterbatasan sarana pembelajaran.
“Memang masih terjadi ketimpangan. Di beberapa wilayah pinggiran, guru matematika masih sangat terbatas. Ini memengaruhi capaian belajar siswa,” ungkapnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas numerasi harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk melalui pelatihan guru, penguatan metode pembelajaran, serta dukungan fasilitas belajar yang memadai. (Adv Diskominfo Kaltim)
Editor : Emmi

