

SAMARINDA : Anggota DPRD Kota Samarinda Nursobah menegaskan pernikahan dini untuk anak di bawah umur, yang harus dilakukan dengan cara memberikan pendidikan dan pemahaman pernikahan terhadap anak.
Menurut Nursobah maraknya pernikahan anak di bawah umur perlu diberikan edukasi dan ini sangat penting agar anak dan orang tua bisa mencegah pernikahan dini. Seperti yang terjadi di Ponorogo Provinsi Jawa Timur, ratusan anak mengajukan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama, dari data Badan Peradilan Agama (Badilag), dispensasi nikah atau kawin anak pada tahun 2022 kurang lebih 50 ribu ada permohonan di berbagai daerah di Indonesia.
Nursobah menilai, meskipun dispensasi nikah memberikan kesempatan kepada anak di bawah umur dari ketentuan peraturan perundang-undangan dapat melangsungkan pernikahan. Namun masyarakat perlu memahami tentang bahaya ataupun dampak negatif akibat pernikahan usia dini.
“Bukan hanya masalah umur, tapi secara pertimbangan fisik dan psikologis yang belum siap untuk menikah. Selain faktor pergaulan bebas anak yang akhirnya hamil di luar nikah. Ini perlu memberikan pendidikan seks,” ungkapnya beberapa waktu lalu.
Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda itu menjelaskan anak perlu diberikan pengajaran tentang penghormatan atas diri sendiri dan orang lain. Penguatan nilai-nilai keagamaan dan mengajarkan pendidikan seksual mulai lingkup keluarga hingga sekolah.
Kemudian juga memberikan pemahaman tentang kesiapan pernikahan kepada anak muda menjadi sangat penting. Sebab, pernikahan berkaitan dengan usia yang matang sehingga risiko kehamilan yang tidak jarang berakibat pada kematian ibu atau anak, kesiapan menyambung kehidupan hingga kemiskinan itu dapat dicegah.
Lebih lanjut politisi PKS tersebut mendorong peran keluarga utamanya orang tua sebagai lingkungan terdekat anak muda, agar senantiasa memberikan pendidikan dan nilai-nilai yang baik terhadap kelangsungan hidup generasi muda.
“Jadi pendidikan keluarga, orang tua itu paling penting, kepedulian orang tua dan pihak sekolah saling mengingatkan serta pendidikan seks harus dievaluasi. Kalau saya lebih belajar menjadi dewasa,” tuturnya.

