SAMARINDA: Selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 pada momentum Idulfitri 1447 Hijriah, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Samarinda mencatat empat kejadian kecelakaan lalu lintas.
Kasatlantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo, mengatakan angka tersebut relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Selama Operasi Ketupat ini, kejadian kecelakaan lalu lintas di Samarinda ada empat kasus. Angkanya masih kurang lebih sama dengan tahun lalu,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa, 24 Maret 2026.
Ia menyebut pada periode Lebaran tahun sebelumnya jumlah kecelakaan tercatat sekitar lima kejadian.
“Tahun lalu sekitar lima, tahun ini sementara empat. Kita masih menunggu sampai akhir operasi untuk evaluasi,” jelasnya.
Meski jumlah kecelakaan relatif terkendali, kepolisian tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama pada masa arus mudik dan arus balik Lebaran.
La Ode menekankan pentingnya kondisi fisik pengemudi agar tetap prima saat berkendara guna mencegah kecelakaan.
“Kalau capek atau mengantuk, silakan istirahat. Jangan memaksakan diri membawa kendaraan dalam kondisi tidak prima,” katanya.
Ia juga mengingatkan pengendara untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
Operasi Ketupat 2026 dijadwalkan berakhir pada Selasa, 25 Maret 2026.
Setelah itu, Satlantas Polresta Samarinda akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan operasi, termasuk tren kecelakaan lalu lintas.
“Kita akan evaluasi lagi setelah operasi selesai,” tutupnya.

