Kukar – Kreatif dan inovatif, itulah terobosan yang dilakukan manajemen Koperasi Berkah Salama Jaya (BSJ). BSJ merupakan salah satu koperasi yang bergerak di bidang peternakan tepatnya penggemukan sapi potong yang terkenal di Kaltim.
Memiliki mitra lebih dari 80 kemitraan, BSJ memiliki teknik tersendiri untuk memangkas cost atau biaya modal namun terbukti mampu berpenghasilan yang terbilang lumayan.
BSJ memiliki pabrik pengolahan konsentrat untuk pakan ternak sendiri, perkebunan bahan pakan ternak, hingga pabrik pengolahan pupuk untuk keberlangsungan perkebunan pakan ternak.
Terkait pupuk, BSJ menghasilkannya dari kotoran-kotoran sapi yang diolah. Manajer Pupuk Organik dan Cair BSJ Sudarmanto mengatakan untuk kotoran padat ternak sapi yang masih basah terlebih dahulu dilakukan pengeringan setelah itu akan diolah dengan bahan pencampur seperti dedak yang kemudian akan difregmentasi kira-kira dua malam lamanya.
Diterangkan Sudarmanto, pemanfaatan kotoran sapi adalah salah satu program dari BSJ bernama Integrated Farming System atau sistem pertanian dengan upaya memanfaatkan keterkaitan antara tanaman perkebunan, pangan, dan hewan ternak untuk mendapatkan agro ekosistem yang mendukung produksi pertanian peningkatan ekonomi dan pelestarian sumber daya alam.
“Jadi Integrated Farming System tidak ada yang terbuang. Jadi semuanya kita olah dan kita pakai semua,” jelasnya.
Lanjutnya, setelah dilakukan difregmentasi, pupuk akan dikemas ulang untuk didistribusikan pada mitra dan para petani yang nantinya akan digunakan untuk bercocok tanam seperti menanam jagung, pemupukan ke perkebunan singkong, hingga padi sawah atau tanaman sayuran.
“Jadi dari pakan bahan kotoran sapi kita olah untuk pemupukan kembali lagi, nanti bahan yang ada akan kita ambil kembali lagi buat pakan ternak,” tutur Sudarmanto.

