SAMARINDA: Panitia pelantikan Jemaah Dzikir Nurul Wathon Alhambalangi Wal Khittoh Indonesia Kalimantan Timur (Kaltim) terus mematangkan persiapan menjelang kegiatan pelantikan yang direncanakan berlangsung di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 30 April 2026.
Persiapan tersebut dibahas dalam pertemuan panitia yang dirangkai dengan buka puasa bersama di Masjid Islamic Center Samarinda, Senin 16 Maret 2026.
Sekretaris DPD Jemaah Dzikir Nurul Wathon Kaltim Supriyanto mengatakan pertemuan tersebut merupakan rapat koordinasi keempat yang dilakukan oleh pengurus inti dan panitia pelaksana.
“Kami berkumpul di Masjid Islamic Center dalam rangka mensukseskan kegiatan pelantikan Jemaah Nurul Wathon. Ini merupakan pertemuan keempat dengan pengurus inti sebagai panitia,” ujarnya.
Ia menjelaskan hingga saat ini progres persiapan pelaksanaan kegiatan telah mencapai sekitar 70 persen. Panitia saat ini masih menunggu proses koordinasi lanjutan dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Kalimantan Timur.
“Mudah-mudahan progres pelaksanaannya sudah sekitar 70 persen. Tinggal menunggu koordinasi dengan Forkopimda di Kalimantan Timur,” katanya.
Supriyanto juga mengimbau kepada seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Jemaah Dzikir Nurul Wathon yang telah terbentuk di berbagai daerah agar mempersiapkan diri mengikuti pelantikan bersama DPD Provinsi Kalimantan Timur.
Menurutnya, kegiatan pelantikan tersebut tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat peran jamaah dalam berbagai program sosial dan keagamaan.
“Ke depan DPD Jemaah Dzikir Nurul Wathon akan melanjutkan berbagai program, baik di bidang sosial, pendidikan, maupun program-program lain untuk mendukung kegiatan organisasi di tingkat DPP, DPD maupun DPC,” jelasnya.
Selain membahas persiapan pelantikan, pertemuan tersebut juga diisi dengan kegiatan buka puasa bersama antara panitia dan pengurus organisasi, termasuk perwakilan DPC Kota Samarinda.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi sekaligus mengevaluasi berbagai hal yang masih perlu disempurnakan sebelum memasuki tahap finalisasi.
“Buka puasa bersama ini juga menjadi bagian dari penguatan persiapan panitia. Hal-hal yang masih kurang akan dievaluasi kembali hingga menuju finalisasi kegiatan pelantikan nanti,” pungkasnya.

