Samarinda – Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kalimantan Timur (Kaltim) Noryani Sorayalita mengatakan aktivitas politik perempuan di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) belum optimal dengan capaian sekitar 12 persen.
“Sementara di Kabupaten Kubar terdapat 88.242.000 jiwa laki-laki dan 80.106.000 jiwa perempuan,” ujar Soraya dalam Kegiatan Sosialisasi Peningkatan Partisipasi Perempuan di Bidang Politik, Hukum, Sosial dan Ekonomi Kewenangan Provinsi di Bappeda Kubar, Kamis (7/10/2021).
Menurut Soraya, penting untuk meningkatkan partisipasi perempuan di bidang politik guna menghasilkan keputusan yang lebih menyesuaikan terhadap peningkatan kualitas hidup perempuan dan perlindungan anak. Tujuan lain ialah untuk memperkecil kesenjangan gender dalam politik.
“Pentingnya pendidikan politik untuk masyarakat agar mengetahui perpolitikan secara umum dan sebaiknya sejak dini,” imbau Soraya.
Tak hanya di bidang politik, pelaporan Sistem Informasi Online (Simfoni) di Kubar juga belum optimal akibat rendahnya partisipasi perempuan.
Soraya pun berharap, dengan dilaksanakannya kegiatan sosialisasi tersebut, pemahaman dan komitmen seluruh pihak di Kubar tentang pentingnya partisipasi perempuan dapat meningkat.
Sementara, Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kubar Riawati Sinaga mengatakan peran serta perempuan dalam pembangunan juga diperlukan seiring berkembangnya zaman.
“Banyak perempuan yang mulai bangkit dan berhasil membuktikan keberadaan mereka layak untuk diperhitungkan,” jelasnya.
Disebutkan Rita, Bupati Kubar FX Yapan sendiri berharap calon dan anggota legislatif perempuan dapat menyuarakan suara perempuan dalam menjalankan pembangunan terutama dalam tugas perspektif gender.

