SAMARINDA: Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda memastikan akan melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap sejumlah fasilitas penyeberangan orang (pelican crossing) yang dilaporkan tidak berfungsi, khususnya di kawasan Taman Samarendah dan Teras Samarinda.
Kepala Dishub Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menjelaskan kerusakan pelican crossing di Taman Samarendah disebabkan penggunaan yang tidak semestinya oleh oknum masyarakat. Perangkat tersebut kerap dimainkan dengan cara menekan tombol secara berulang sehingga mengganggu sistem kerja alat.
“Yang di Taman Samarendah ada perangkat yang rusak karena sering dimainkan mati-hidup tidak sesuai fungsinya, sehingga akhirnya komponen mengalami kerusakan,” ujarnya kepada wartawan, Rabu, 11 Februari 2026.
Akibat aktivitas tersebut, sejumlah komponen harus diganti agar fasilitas penyeberangan kembali berfungsi optimal. Namun, proses penggantian masih menunggu ketersediaan anggaran.
“Kita harus mengganti komponen, dan saat ini sambil menunggu anggaran,” jelasnya.
Sementara itu, untuk pelican crossing di kawasan Teras Samarinda, Dishub akan segera melakukan pengecekan lapangan guna memastikan penyebab gangguan serta langkah penanganan yang diperlukan.
Manalu menegaskan fasilitas penyeberangan merupakan bagian penting dari infrastruktur keselamatan lalu lintas, terutama bagi pejalan kaki di pusat kota.
Karena itu, perawatan dan pengawasan akan terus ditingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang.
Di sisi lain, terkait pengelolaan parkir di kawasan Pasar Pagi, Manalu menegaskan kewenangan tersebut berada pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), bukan sepenuhnya di bawah Dishub.
“Untuk pengelolaan Pasar Pagi, sementara itu kewenangannya di BPKAD,” tegasnya.
Dishub memastikan akan terus berkoordinasi lintas instansi dalam pembenahan fasilitas publik dan infrastruktur transportasi guna mendukung kelancaran lalu lintas serta keselamatan masyarakat di Kota Samarinda.

