SAMARINDA: Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menyaksikan secara daring peluncuran serentak 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di seluruh Indonesia yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto, Jumat, 13 Februari 2026.

Kegiatan peluncuran nasional tersebut turut dihadiri secara daring oleh Wali Kota Samarinda Andi Harun bersama jajaran, yang mengikuti acara dari dapur SPPG Bhayangkari di Jalan Bhayangkara, Kecamatan Samarinda Ulu.
Peluncuran 1.179 SPPG ini menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap program pemenuhan gizi nasional, dengan sasaran utama anak sekolah, ibu hamil, balita, serta layanan Posyandu.
Di Kota Samarinda, SPPG Polri yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari telah beroperasi sekitar tiga bulan, sejak 22 Oktober 2025.
Setiap hari kerja, dapur tersebut memproduksi ribuan porsi makanan bergizi gratis untuk masyarakat.
“Alhamdulillah, setiap hari kerja, Senin sampai Jumat, kami mampu memproduksi sekitar 2.000 hingga 2.500 porsi makanan bergizi gratis. Sasaran utamanya anak-anak sekolah, serta 3B yakni balita, ibu hamil, dan Posyandu di tiga kelurahan terdekat,” ujar Hendri Umar.
Secara nasional, keberadaan 1.179 SPPG Polri disebut telah memberikan manfaat kepada sekitar satu juta penerima setiap hari.
Presiden Prabowo, lanjut Hendri, juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif Polri dalam menyukseskan program tersebut.
“Bapak Presiden memberikan apresiasi yang luar biasa kepada jajaran Polri. Harapannya, Polri terus aktif mendukung program Asta Cita, termasuk di bidang pemenuhan gizi dan ketahanan pangan,” katanya.
Saat ini, di Samarinda baru terdapat satu SPPG Polri yang beroperasi.
Dapur tersebut didukung 46 tenaga dari Badan Gizi Nasional (BGN) serta tiga personel SPPG, dengan dua armada mobil untuk mendistribusikan makanan ke tiga kelurahan di Kecamatan Samarinda Ulu.
Menanggapi adanya kasus dugaan keracunan makanan di sejumlah daerah, termasuk di Penajam Paser Utara (PPU), Hendri menegaskan bahwa pihaknya menerapkan standar higienis yang ketat dalam seluruh tahapan produksi.
“Kita benar-benar ketat mulai dari pembelian bahan mentah, penyimpanan, pencucian, hingga proses memasak. Semua harus higienis dan sesuai standar Badan Gizi Nasional,” tegasnya.
Ia menjelaskan, bahan makanan dibeli dalam kondisi segar dan tidak disimpan terlalu lama.
Seluruh ruang penyimpanan, ruang pembersihan, serta peralatan makan diawasi sesuai prosedur operasional standar (SOP).
Pengawasan juga dilakukan oleh ahli gizi yang siaga di lokasi, serta didukung Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polresta Samarinda yang melakukan kontrol keamanan pangan (food security) setiap hari.
“Kami ingin memastikan tidak ada kejadian seperti keracunan makanan. Itu menjadi prioritas utama kami,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh proses produksi mengikuti SOP yang ditetapkan Badan Gizi Nasional, mulai dari pembelian bahan hingga distribusi.
Selain mendukung program pemenuhan gizi, Polri di wilayah Samarinda juga terus berperan aktif dalam program ketahanan pangan, termasuk pengembangan lahan jagung.
Hal tersebut dilakukan tanpa mengesampingkan tugas pokok menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) serta penegakan hukum.
Hendri berharap, keberadaan SPPG Polri di Samarinda mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas gizi generasi muda, sekaligus menekan angka stunting dan permasalahan gizi di daerah.
“Mudah-mudahan apa yang menjadi target pemerintah bisa tercapai. Yang terpenting, manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

