

SAMARINDA : Fenomena terjadinya kasus stunting pada anak, karena kurangnya pemahaman orang tua tentang pemenuhan kebutuhan yang sehat dan baik terhadap anak. Contohnya, orang tua baik (ibu dan ayah) kurang memahami kebutuhan akan kecukupan nutrisi, pola asuh, gaya hidup serta lingkungan yang baik bagi anak.
“Biasanya pengetahuan orang tua dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak yang kurang, berakibat pada bayi tidak mendapatkan nutrisi yang cukup. Jadi pentingnya pemahaman orang tua untuk mencegah stunting pada anak,” ungkap Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sri Puji Astuti, yang ditemui narasi.co,
di Sekretariat DPRD Kota Samarinda, pekan lalu, seraya menambahkan, pengetahuan atau pemahaman sebagai orang tua merupakan hal penting dalam mencegah stunting pada anak.
Untuk itu dijelaskan, pengetahuan dan pemahaman orang tua merupakan faktor penting guna menunjang hal-hal yang menjamin tumbuh kembang anak yang baik dan sehat.
Puji menerangkan, pola asuh dan pengaturan gaya hidup seorang anak juga merupakan hal yang perlu orang tua pahami. Menerapkan perilaku hidup bersih, dan mencegah pergaulan bebas seorang anak agar tidak terjerumus ke lubang kenakalan remaja hingga pernikahan dini juga hal yang patut dilakukan.
Kesadaran orang tua, perlu ditanamkan dengan pemahaman bahwa keberlangsungan keluarga yang sehat dan kuat , seyogyanya mendukung pembangunan sumber daya manusia bagi daerah dan negara.
Oleh sebab itu dia berharap, peningkatan pemahaman orang tua dalam memenuhi kebutuhan anak yang baik dapat memberikan dampak penurunan angka stunting di Kota Samarinda serta mendukung pembangunan di daerah.
“Jangan terus dibiarkan, perlu peningkatan pemahaman orang tua dan sudah tanggung jawab keluarga untuk menjaga keluarga dan keberlangsungan anak sebagai generasi muda pembangunan daerah,” harapnya.

