SAMARINDA: Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menunda rencana pembangunan ulang Pasar Segiri yang semula dijadwalkan pada 2026 menjadi 2027 menyusul kebijakan efisiensi anggaran.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan penundaan dilakukan sambil menunggu kesiapan fiskal daerah, termasuk pembahasan desain revitalisasi pasar yang hingga kini masih dalam tahap perencanaan.
“Memang rencananya tahun ini, tapi karena ada efisiensi, kita tunda ke tahun depan. Mudah-mudahan nanti ruang fiskal kita cukup untuk memulai pembangunan,” ujarnya, Kamis, 26 Maret 2026.
Sebagai langkah awal, Pemkot tidak akan langsung membangun secara permanen.
Hal ini mempertimbangkan potensi terganggunya aktivitas pedagang jika pembangunan dilakukan secara menyeluruh dalam waktu lama.
Sebagai gantinya, Pemkot akan menyiapkan bangunan sementara agar pedagang dapat segera kembali berjualan tanpa harus menunggu proses pembangunan permanen yang memakan waktu.
“Kalau permanen, nanti terbongkar lagi dan pedagang terlalu lama menunggu. Jadi kita bangun secepat mungkin supaya mereka bisa segera aktif kembali,” katanya.
Untuk mempercepat proses tersebut, Pemkot juga mempertimbangkan skema swakelola dengan melibatkan lebih banyak tenaga kerja sehingga pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat.
Di sisi lain, rencana revitalisasi Pasar Segiri juga dilatarbelakangi tingginya risiko kebakaran di kawasan tersebut.
Pasar Segiri tercatat telah beberapa kali mengalami kebakaran dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut Andi Harun, kondisi tata ruang pasar saat ini dinilai sudah tidak ideal karena banyak fungsi ruang yang saling bercampur, mulai dari aktivitas berdagang, memasak, hingga tempat tinggal dalam satu area.
“Secara tata ruang memang sulit dihindari, karena fungsi ruang sudah bercampur. Ditambah lagi kedisiplinan pedagang yang berbeda-beda,” terangnya.
Selain itu, instalasi kelistrikan yang tidak tertata rapi juga menjadi salah satu faktor risiko terjadinya kebakaran.
“Kabelnya juga sudah semrawut, banyak sambungan yang tidak beraturan. Ini tentu berpotensi menimbulkan masalah,” jelasnya.
Andi Harun menilai kondisi tersebut menjadi alasan penting perlunya peremajaan Pasar Segiri secara menyeluruh, mengingat usia pasar yang telah mencapai puluhan tahun.
Melalui rencana revitalisasi tersebut, Pemkot berharap dapat menciptakan kawasan pasar yang lebih tertata, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.
“Kita harap nanti mendapat dukungan dari pedagang, sehingga peremajaan ini bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.

