SAMARINDA: Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Islamic Center Samarinda mengakui masih menghadapi kendala penumpukan pembayaran zakat di akhir Ramadan yang berdampak pada proses distribusi kepada mustahik.
Ketua UPZ Islamic Center Kaltim, Muhammad Ilmi, mengungkapkan hingga mendekati akhir Ramadan jumlah muzaki yang menunaikan zakat baru mencapai sekitar 30 persen dari total keseluruhan.
“Biasanya sampai tanggal 28 Ramadan itu baru sekitar 30 persen. Sisanya justru menumpuk di hari terakhir sampai malam,” ungkapnya saat memberikan keterangan pers, Rabu, 18 Maret 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut kerap menyulitkan petugas dalam melakukan rekapitulasi data sekaligus memperlambat penyaluran kepada penerima manfaat.
Bahkan, petugas sering harus bekerja hingga larut malam menjelang Idulfitri.
Karena itu, masyarakat diimbau menunaikan zakat lebih awal, idealnya pada H-5 atau hari ke-25 Ramadan hingga H-3 atau 27 Ramadan sebelum hari raya agar manfaatnya bisa segera dirasakan mustahik.
“Kalau diserahkan lebih cepat, mustahik bisa langsung memanfaatkan. Jangan sampai malam Lebaran karena sudah sulit digunakan,” tegasnya.
Selain itu, UPZ juga menerapkan proses verifikasi ketat terhadap calon penerima zakat untuk memastikan penyaluran tepat sasaran.
Data mustahik harus dilengkapi melalui blangko isian yang memuat kondisi ekonomi dan kriteria sesuai syariat.
“Tidak cukup hanya fotokopi KTP, harus ada keterangan yang jelas bahwa yang bersangkutan memang masuk kategori mustahik,” jelasnya.
Ilmi menambahkan prioritas penerima zakat fitrah tetap diberikan kepada fakir miskin, sementara kelompok lain seperti fisabilillah dan ibnu sabil tetap dapat menerima sesuai ketentuan.
Dengan percepatan pembayaran zakat oleh masyarakat, UPZ berharap distribusi dapat dilakukan lebih optimal sebelum Idulfitri serta meringankan beban kerja petugas di lapangan.

