BONTANG: Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memastikan kondisi inflasi daerah masih berada dalam situasi yang terkendali menjelang Hari Raya Idulfitri.
Pemantauan harga kebutuhan pokok terus dilakukan guna memastikan stabilitas pasar tetap terjaga.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan hingga saat ini harga bahan pangan di pasaran masih relatif stabil dan ketersediaan stok untuk masyarakat juga dinilai mencukupi.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat ditemui usai menghadiri kegiatan penyaluran bantuan Ramadan di Grand Equator Hotel, Jumat, 6 Maret 2026.
Menurut Neni, pemerintah daerah terus melakukan pengawasan terhadap perkembangan harga di pasar.
Langkah ini penting untuk memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang dapat berdampak pada daya beli masyarakat.
“Insya Allah aman saja. Harga kita pantau terus dan stok juga cukup,” ujarnya.
Untuk menjaga stabilitas harga, Pemkot Bontang juga menjalankan sejumlah program intervensi pasar.
Salah satunya melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah yang sebelumnya telah dilaksanakan di beberapa titik.
Program tersebut, kata Neni, akan kembali digelar mendekati Lebaran.
Tujuannya agar masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Kemarin kita sudah lakukan gerakan pangan murah dan wartegin. Nanti satu minggu menjelang Lebaran kita lakukan lagi supaya harga tetap stabil,” jelasnya.
Selain faktor inflasi, Neni juga menyinggung kondisi ekonomi daerah yang masih menunjukkan tren positif.
Ia menyebutkan pertumbuhan ekonomi Kota Bontang pada tahun 2025 diperkirakan mencapai sekitar 6,5 persen.
Angka tersebut menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi masyarakat masih berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah pertumbuhan ekonomi kita sekitar 6,5 persen. Jadi masyarakat tidak perlu terlalu khawatir,” tutupnya.

