Bontang – Pemkot Bontang akan terus mendukung kemajuan produk lokal. Hal tersebut dikatakan Wali Kota Bontang Basri Rase kepada Narasi.co di Gedung Graha Pemuda Dispora, Sabtu (26/3/2022).
Adapun sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo memerintahkan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota agar 40 persen APBD harus digunakan untuk belanja produk buatan lokal.
Oleh karena itu 40 persen dari Rp 1,2 triliun APBD Bontang tahun 2022 harus digunakan untuk belanja produk buatan daerah.
Namun hal tersebut mustahil, lantaran 50 persen APBD dinikmati oleh pegawai. Serta program pembangunan Kota Bontang lebih mengarah pada pembangunan fisik.
“Setengah APBD sudah belanja pegawai. Sementara program tahun ini lebih mengarah pada pembangunan. Bagaimana 40 persen belanja produk lokal? Pengadaan pasir, batu, semen dan besi saja kita ambil dari luar, lantaran daerah kita tidak ada yang produksi barang-barang itu,” ujarnya.
Meski demikian dirinya akan mengusahakan beberapa program program pengadaan barang akan diambil dari barang-barang lokal, salah satunya seperti pengadaan seragam sekolah.
“Kalau untuk pembangunan kita ambil barang dari daerah luar daerah dan bukan luar negeri. Namun beberapa program saya seperti pengadaan seragam sekolah saya pastikan ambil produk lokal,” ujarnya.
Sementara itu, terkait kemajuan produk lokal ia mengaku akan mendukung lewat cara kreatif untuk para pelaku UMK melalui dukungan anggaran.
“APBD kita akan mendukung produk lokal. Yang akan akan diberikan lewat latihan-latihan skil pengembangan kreativitas,” ujarnya.
Ia juga berharap, melalui program latihan tersebut akan muncul usaha baru serta meningkatnya lapangan pekerjaan.
“Dengan melihat skill yang mulai bertambah, berpeluang investasi masuk hingga besarnya lapangan pekerjaan,” tuturnya.
Senada, Anggota DPRD Bontang Irfan sependapat dengan Wali Kota Bontang Basri Rase terkait 40 persen APBD untuk belanja barang lokal.
“Betul kata Pak Wali, sebab pembangunan kita tahun ini lebih ke pembangunan fisik,” ujarnya.
Meski demikian untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, dirinya mengimbau agar ASN berbelanja di warung-warung kecil milik warga.
“Saya imbau ASN kalau habis gajian tolong berbelanjalah di warung-warung kecil. Mungkin, dengan cara itu dapat meningkatkan ekonomi masyarakat kecil,” tutupnya.

