
Bontang – Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk segera melakukan normalisasi saluran air atau drainase di RT 24 dan 55 Kelurahan Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan.
Pasalnya, dirinya menerima keluhan warga setempat bahwa belum lama ini dataran rendah tersebut dilanda banjir.
“Warga setempat mengaku sebelumnya daerah tersebut tidak pernah banjir, tapi empat hari yang lalu saat hujan deras, daerah tersebut tiba-tiba saja banjir,” ujarnya saat ditemui Narasi.co usai Rapat Paripurna DPRD Kota Bontang bersama Pemkot Bontang, Senin (27/9/2021).
Dari hasil pantauan Komisi III DPRD Bontang, terdapat dua kemungkinan penyebab terjadinya banjir di wilayah tersebut.
Pertama, diakibatkan adanya penahanan sampah-sampah oleh penyangga beton yang tidak dicabut usai pembangunan drainase oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bontang di tahun 2019.
“Kami meminta Dinas PUPR untuk memerintahkan subkontraktornya selesaikan pembangunan itu dengan mencabut beton-beton penyangga,” tuturnya
Kedua, adanya pendangkalan aliran air akibat adanya pengendapan lumpur dan sampah.
“Sehingga diharapkan pemerintah segera melakukan normalisasi saluran air atau drainase tersebut,” tegas Amir Tosina.
Ia juga menyayangkan persoalan tersebut tidak sempat disampaikan kepada Wali Kota Basri Rase lantaran dirinya terlambat menghadiri rapat paripurna.
“Seharusnya saya sampaikan dalam rapat paripurna, tapi saya terlambat karena baru saja selesai dari kegiatan tersebut,” tutupnya.

