SAMARINDA: Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mendorong peran organisasi kepemudaan dan mahasiswa sebagai mitra kritis dalam pembangunan daerah, sekaligus memastikan ketersediaan fasilitas penunjang aktivitas generasi muda.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda, Muslimin, menegaskan bahwa keterlibatan pemuda sangat penting dalam memberikan masukan konstruktif terhadap kebijakan pemerintah.
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan musyawarah cabang dan seminar nasional yang digelar Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia di Samarinda, Jumat, 27 Maret 2026.
“Setiap musyawarah tentu bertujuan membentuk kepengurusan baru sekaligus menjadi ruang konsolidasi gagasan dan ide organisasi,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah kota memberikan apresiasi terhadap kontribusi organisasi mahasiswa seperti PMKRI yang dinilai aktif dalam menyampaikan kritik dan saran demi perbaikan tata kelola pemerintahan.
“Harapannya, kebijakan dan pelaksanaan pemerintahan bisa berjalan sesuai aturan dan koridor yang diharapkan,” katanya.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Romo Roedy Haryo dan Hilarius, serta diikuti berbagai organisasi kepemudaan seperti KNPI, PMII, dan GMNI.
Muslimin menilai, forum lintas organisasi ini penting untuk menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam merumuskan kebijakan.
“Poin paling penting dari pertemuan ini adalah adanya masukan dan catatan strategis yang bisa disampaikan kepada pemerintah,” terangnya.
Di sisi lain, Pemkot Samarinda melalui Disporapar juga menegaskan komitmennya dalam menyediakan fasilitas bagi kegiatan kepemudaan.
Organisasi yang ingin menggelar kegiatan seperti seminar, pelatihan, hingga rapat koordinasi dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia dengan mekanisme pengajuan resmi.
“Mereka cukup bersurat ke Disporapar, kemudian menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban selama kegiatan berlangsung,” jelasnya.
Melalui dukungan tersebut, pemerintah berharap generasi muda memiliki ruang yang memadai untuk berkreasi, berdiskusi, serta berkontribusi secara positif dalam pembangunan daerah.

