SAMARINDA: Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus melakukan pengawasan intensif terhadap ketersediaan bahan pokok dan energi guna mengantisipasi lonjakan harga serta kelangkaan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Nadya Turisna, menyampaikan bahwa dari hasil inspeksi mendadak (sidak) pada Rabu lalu, meskipun terdapat tren kenaikan harga pada beberapa komoditas akibat tingginya permintaan pasar, intervensi pemerintah tetap dilakukan untuk menjaga stabilitas.
Fokus utama saat ini tertuju pada pasokan daging sapi yang sempat mengalami keterlambatan kedatangan dari Nusa Tenggara Timur (NTT) karena kendala administrasi kuota.
Namun, distribusi dipastikan mulai berjalan normal pada akhir pekan ini.
“Jadi, karena keterlambatan namun permintaan banyak, kami (pemkot) akan bantu kendalikan harganya. Artinya, pemerintah akan menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk menciptakan keseimbangan pasar,” ungkapnya kepada media, Kamis, 12 Maret 2026.
Selain daging, komoditas telur dan ayam juga menjadi perhatian.
Meskipun harga di tingkat distributor kedua cenderung naik, pemerintah kota mengklaim harga di beberapa titik pasar tradisional masih dalam kategori standar.
Terkait sektor energi, koordinasi dengan PT Pertamina telah dilakukan untuk menjamin stok bahan bakar minyak (BBM) dan LPG tetap tersedia hingga pasca-Lebaran.
Personel Pertamina juga dipastikan tetap bersiaga tanpa libur untuk mengantisipasi kekosongan stok di SPBU.
“Pasokan BBM sesuai jadwal Pertamina, insyaallah aman sampai setelah Lebaran. Kami minta masyarakat melapor ke pemerintah jika menemukan kemacetan atau ada SPBU yang kosong, nanti kami yang akan langsung menegur dan berkoordinasi dengan Pertamina,” jelasnya.
Namun, tantangan justru ditemukan pada distribusi LPG 3 kilogram.
Meski stok tersedia, harga di tingkat pengecer melonjak tajam hingga mencapai sekitar Rp28.000 per tabung.
Harga tersebut jauh di atas HET pangkalan yang telah ditetapkan sebesar Rp18.000.
“Masalahnya ada di pengecer yang memanfaatkan situasi. Kami sedang mencari solusi bersama Pertamina agar pangkalan bisa mengintervensi harga di pengecer. Insyaallah Senin depan saat rapat inflasi, kami harap sudah ada jawaban teknis untuk mengontrol harga ini,” tambahnya.
Pemerintah Kota Samarinda juga mempertimbangkan opsi operasi pasar murah apabila situasi harga semakin tidak terkendali.
Namun kebijakan ini akan diambil secara selektif agar tidak mematikan usaha pedagang kecil di pasar.
“Kami lihat situasi dan momennya. Intinya, pemerintah kota berusaha agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan Lebaran dengan harga yang wajar,” pungkasnya.

