SAMARINDA: Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus memperkuat koordinasi dengan kementerian serta dinas terkait guna menjaga stabilitas inflasi di Kota Tepian. Hingga awal April 2026, kondisi inflasi di Samarinda masih dinilai aman dan terkendali.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, mengatakan meski secara umum stabil, terdapat sejumlah komoditas yang perlu mendapat perhatian khusus, terutama yang berkaitan dengan energi seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG.
“Kaitannya dengan bahan bakar, kita harus cukup menjaga dan hati-hati. Tidak boleh berlaku boros, hemat pada tempatnya,” ujarnya, Selasa, 7 April 2026.
Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan energi secara bijak, terutama di tengah dinamika global yang turut memengaruhi sektor energi.
Selain itu, Saefuddin memastikan bahwa ketersediaan bahan pokok di Samarinda masih dalam kondisi aman.
Ia bahkan memprediksi harga daging akan mengalami penurunan setelah momentum Idulfitri dan menjelang Iduladha.
Namun demikian, tantangan justru muncul dari sektor perikanan, khususnya ikan laut dalam seperti tuna dan tenggiri yang saat ini mengalami kenaikan harga.
“Ikan yang jadi masalah sekarang karena mencarinya susah. Kita masih mendatangkan dari nelayan luar daerah, sehingga harganya cukup naik, tapi secara keseluruhan masih aman,” jelasnya.
Menurutnya, ketergantungan pasokan dari luar daerah menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi harga komoditas tersebut.
Kondisi ini membuat harga ikan laut dalam relatif lebih tinggi dibandingkan komoditas lain.
Lebih lanjut, Saefuddin mengimbau masyarakat agar tidak panik dalam menyikapi isu kenaikan harga maupun kondisi energi.
Ia memastikan pemerintah terus melakukan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Ia juga menyinggung dampak situasi geopolitik global, khususnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat-Israel, yang turut memengaruhi harga energi dunia.
“Insyaallah di Samarinda masih aman. Doakan agar inflasi bisa terus terjaga, sehingga masyarakat tidak perlu merasa resah,” pungkasnya.
Pemkot Samarinda menegaskan akan terus memantau perkembangan harga komoditas strategis serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan inflasi tetap terkendali dan daya beli masyarakat terjaga.

