SAMARINDA: Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda meminta masyarakat lebih proaktif menggunakan jalur koordinasi resmi ketimbang sekadar mengeluhkan berbagai kekurangan kota di media sosial yang dinilai kurang efektif.
Meski menyadari masih banyak persoalan kota yang belum tuntas, Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menekankan bahwa penyelesaian masalah infrastruktur maupun pelayanan publik akan lebih efektif jika dilaporkan secara berjenjang melalui tingkat RT, kelurahan, hingga kecamatan.
Menurutnya, mekanisme tersebut penting agar setiap laporan dapat segera ditindaklanjuti secara resmi oleh pemerintah kota.
“Jangan sampai sedikit-sedikit menyampaikan ke media, sedikit-sedikit ada kekurangan difoto atau divideo. Memang Samarinda pasti banyak kekurangan, tapi saya mohon kerjasamanya,” ujarnya, Sabtu, 28 Februari 2026.
Selain persoalan komunikasi publik, isu sampah juga menjadi perhatian serius.
Ia mengajak warga, khususnya ibu rumah tangga, untuk lebih disiplin dalam mengelola sampah rumah tangga dengan membuangnya tepat waktu di tempat yang telah disediakan, termasuk memanfaatkan fasilitas Bank Sampah yang difasilitasi pemerintah kota.
Di sisi lain, ia mengapresiasi kerukunan antar-etnis yang selama ini terjaga dengan baik.
Menurutnya, meski masyarakat berasal dari latar belakang suku yang beragam, keharmonisan warga di Kota Samarinda menjadi modal utama dalam memajukan daerah.
Sebagai bentuk dukungan terhadap organisasi IWK Bone Kaltim, Wakil Wali Kota juga menyatakan komitmennya membantu rencana pembangunan masjid yang dicanangkan organisasi tersebut melalui koordinasi lanjutan terkait anggaran.
“Kami membantulah sesuai kemampuan untuk pembangunan masjid yang dimaksudkan IWK Bone. Nanti kita koordinasi lebih lanjut dengan Pak Sekjen,” katanya.
Melalui pertemuan tersebut, Pemkot Samarinda berharap sinergi antara pemerintah dan organisasi kedaerahan tetap solid demi mewujudkan kota yang lebih maju dan bersih sesuai harapan seluruh lapisan masyarakat.

