SAMARINDA: Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan telah mematuhi edaran Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) yang mengimbau kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri menjelang Hari Raya Idulfitri.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri menyatakan bahwa kebijakan tersebut pada dasarnya telah dijalankan bahkan sebelum edaran resmi dikeluarkan oleh pemerintah pusat.
“Edaran Mendagri kaitannya dengan kepala daerah dan wakil kepala daerah tidak boleh ke luar negeri ya. Kalau ke luar negeri saya kira kita sendiri juga tidak pernah ke luar negeri sekarang,” ujarnya memberikan keterangan pers, Rabu, 11 Maret 2026.
Ia menegaskan bahwa saat ini pemerintah kota lebih memfokuskan perhatian pada pelayanan kepada masyarakat di Samarinda, terutama menjelang momentum Lebaran.
“Alhamdulillah kita concern untuk kota kita, Samarinda. Bahkan sampai Lebaran kita juga tetap di sini,” katanya.
Menurutnya, komitmen tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk memastikan berbagai kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri tetap terpenuhi.
Saefuddin menilai bahwa kebijakan untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri tidak menjadi kendala bagi pemerintah kota Samarinda, karena pada praktiknya aktivitas pemerintahan memang difokuskan untuk mengurus kebutuhan daerah.
“Kalau edaran itu, sebenarnya sudah kita laksanakan sebelum edaran itu keluar,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah kota juga telah mengambil sejumlah langkah konkret guna memastikan pelayanan publik serta ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat tetap berjalan dengan baik selama masa Lebaran.
Wali Kota menyebutkan bahwa koordinasi lintas instansi terus dilakukan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Langkah konkretnya saat ini bisa dilihat bersama, tim dari Forkopimda dan OPD terkait turun langsung untuk mengecek persediaan yang ada dan memastikan layanan terpenuhi” jelasnya.
Sementara itu, pemerintah kota telah melakukan pengecekan mulai dari gudang distributor hingga pasar untuk memastikan stok kebutuhan pokok masyarakat dalam kondisi aman.
Menurut Saefuddin, hasil pemantauan sementara menunjukkan bahwa ketersediaan bahan pokok di Samarinda masih mencukupi hingga menjelang Hari Raya Idulfitri dan setelahnya.
“Kami sudah cek bersama ke Bulog, ke gudang distributor, dan juga ke pasar. Untuk saat ini semuanya aman,” pungkasnya.

