SAMARINDA: Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis, 26 Februari 2026 sore, dipadati warga yang mengantre paket takjil gratis. Program berbagi di bulan Ramadan yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim itu langsung menyedot perhatian sejak hari pertama pelaksanaan.
Pembagian takjil dijadwalkan berlangsung setiap hari mulai 26 Februari hingga 12 Maret 2026.
Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) ditugaskan secara bergiliran untuk menyiapkan dan membagikan paket berbuka kepada masyarakat yang melintas maupun yang sengaja datang.
Sekretaris Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim, Adji Yudhistira, mengatakan kegiatan tersebut merupakan program Gubernur Kaltim yang melibatkan lintas OPD.
Pada hari pertama, BPKAD bersama Inspektorat dan Bappeda menyiapkan sekitar 350 paket takjil.
“Setiap hari ada OPD yang bertugas sesuai jadwal. Bahkan akhir pekan pun tetap berjalan,” ujarnya.
Ia menyampaikan pembagian pada hari pertama berjalan lancar dan seluruh paket yang disiapkan habis dibagikan dalam waktu relatif singkat.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi antarperangkat daerah selama Ramadan.
Setiap paket takjil berisi makanan pembuka seperti kue dan minuman manis, serta dilengkapi makanan berat berupa nasi kotak.
Paket tersebut disiapkan agar warga tidak hanya dapat membatalkan puasa, tetapi juga langsung menyantap hidangan utama saat waktu berbuka tiba.
Namun di lapangan, warga datang dengan alasan yang lebih sederhana: kebutuhan.
Rudi Hartono (34), pekerja swasta asal Sungai Kunjang, mengaku baru mengetahui adanya pembagian takjil saat melintas sepulang kerja.
“Saya kira ada acara apa, ternyata bagi takjil. Ya ikut antre saja. Lumayan buat buka nanti,” katanya.
Menurut Rudi, harga kebutuhan pokok yang terus naik membuat pengeluaran rumah tangganya semakin ketat.
Bantuan makanan berbuka, meski sederhana, tetap berarti.
Cerita berbeda datang dari Sandi (26), pengemudi ojek online. Ia mengaku sengaja datang setelah mendapat informasi dari rekan sesama pengemudi.
“Order lagi sepi. Kadang sehari cuma cukup buat bensin dan makan. Kalau bisa dapat takjil gratis, ya sangat membantu,” ujarnya.
Sandi mengatakan dalam beberapa hari terakhir penghasilannya tidak menentu.
Dalam kondisi tersebut, ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada seremoni awal Ramadan saja.
“Kalau bisa rutin. Soalnya yang butuh bukan cuma hari ini,” ucapnya.
Antusiasme warga terlihat dari antrean yang mengular jauh sebelum waktu berbuka.
Sebagian datang bersama keluarga, sementara yang lain singgah sejenak sebelum melanjutkan perjalanan pulang.
Pemprov Kaltim menyatakan kegiatan akan terus berjalan hingga pertengahan Maret dengan OPD yang bergantian bertugas setiap hari, dimulai selepas asar.
Bagi warga seperti Rudi dan Sandi, yang terpenting bukan siapa penyelenggaranya, melainkan manfaat yang langsung dirasakan.
“Kalau memang niatnya membantu masyarakat, semoga terus ada,” kata Sandi singkat sebelum meninggalkan lokasi sambil membawa satu paket takjil.

