SAMARINDA: Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memperkuat strategi pengembangan destinasi Labuan Cermin melalui digitalisasi promosi dan kolaborasi peningkatan fasilitas wisata.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pengelolaan destinasi unggulan Kabupaten Berau semakin adaptif dan kompetitif di tengah keterbatasan ruang fiskal tahun anggaran 2026.
Saat ini Labuan Cermin telah masuk kategori destinasi wisata maju.
Pengelola dinilai berhasil beradaptasi dengan era digital, mulai dari promosi melalui media sosial, sistem tiket masuk berbasis aplikasi, hingga manajemen kunjungan wisatawan yang dinilai efektif.
Untuk memperkuat narasi promosi digital, Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) mengalokasikan dana dekonsentrasi kepada Dinas Pariwisata Berau.
Dana tersebut diarahkan khusus untuk produksi konten video berkualitas tinggi agar potensi Labuan Cermin menjangkau pasar wisatawan lebih luas, baik nasional maupun internasional.
“Ini strategi agar narasi pariwisata Kaltim tidak hanya berbasis event, tetapi melalui visualisasi kekuatan alam yang dimiliki,” ujar Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi.
Selain penguatan digital, Dispar Kaltim juga mengintensifkan kolaborasi dengan sektor swasta, perbankan, serta pemerintah daerah untuk peningkatan sarana dan prasarana wisata Labuan Cermin.
Skema kerja sama tersebut dijalankan melalui pola kemitraan strategis dan pemanfaatan dana CSR perusahaan serta dukungan BUMN.
Menurut Ririn, pengembangan sarana dan prasarana wisata tidak lagi bisa sepenuhnya bergantung pada APBD di tengah keterbatasan fiskal.
Melalui pemetaan langsung di lapangan, intervensi pembangunan diarahkan sesuai karakter dan tipologi wilayah.
“Kami berkolaborasi dengan Dispar kabupaten serta pemangku kepentingan seperti perbankan, perusahaan swasta atau BUMN untuk menentukan apa yang bisa dikerjasamakan,” jelasnya.
Keterlibatan BUMN dan perusahaan swasta melalui dukungan CSR diharapkan mampu menutup kebutuhan infrastruktur mendesak, termasuk peningkatan kualitas fasilitas yang ada saat ini.
Salah satu fokusnya adalah kenyamanan akses jalan menuju kawasan wisata yang dinilai masih memerlukan perbaikan pada sejumlah ruas.
“Sebagian besar akses jalan sudah baik, namun tetap memerlukan peningkatan pada beberapa titik agar wisatawan semakin nyaman,” tambah Ririn.
Pemerintah Provinsi Kaltim juga menerapkan skala prioritas pembangunan yang lebih ketat untuk memastikan efektivitas penggunaan anggaran.
Perbaikan sarana dan prasarana wisata dinilai sebagai investasi langsung karena memberi dampak pada arus kunjungan serta ekonomi masyarakat lokal.
Selain itu, Dispar Kaltim memperkuat pendekatan economic sharing dalam pengembangan pariwisata dengan melibatkan UMKM lokal melalui program pembinaan bersama perbankan dan Bank Indonesia agar manfaat ekonomi mengalir hingga ke masyarakat sekitar.
“Kami menyusun prioritas agar setiap rupiah anggaran mampu memberikan dampak maksimal bagi pariwisata,” tegasnya.
Melalui penguatan digital dan kolaborasi pembiayaan lintas sektor, Labuan Cermin diproyeksikan semakin solid sebagai ikon pariwisata alam Kaltim, sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi bagi warga Berau melalui pertumbuhan destinasi berbasis alam.

