SAMARINDA: Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Kalimantan Timur (Kaltim), Heni Purwaningsih, mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebih atau panic buying terhadap LPG 3 kilogram menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Imbauan ini disampaikan guna menjaga stabilitas distribusi dan memastikan ketersediaan gas bersubsidi tetap merata bagi masyarakat di Kaltim.
Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan LPG 3 kilogram karena pemerintah telah mengantisipasi peningkatan kebutuhan menjelang Lebaran.
“Kita selalu mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying. Jangan membeli LPG secara berlebihan, beli secukupnya seperti kebutuhan biasa,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa, 17 Maret 2026.
Menurut Heni, kebutuhan LPG tidak hanya meningkat menjelang Lebaran, tetapi juga tetap diperlukan setelah hari raya sehingga tidak perlu ada penimbunan oleh masyarakat.
“Setelah Lebaran kita tetap memasak, pelaku usaha juga tetap berjalan. Jadi tidak perlu membeli berlebihan,” katanya.
Ia memastikan pemerintah telah berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Pertamina, untuk menambah distribusi LPG 3 kilogram guna mengantisipasi lonjakan permintaan selama Ramadan dan Idulfitri.
“Pemerintah sudah memperhatikan peningkatan permintaan ini. Kita komunikasikan untuk penambahan distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga terus melakukan pengawasan terhadap distribusi dan harga LPG di lapangan guna mencegah terjadinya penyimpangan.
“Kami juga melakukan pengawasan dan edukasi jika ada pelanggaran. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tambahnya.
Heni menegaskan pasokan LPG 3 kilogram di Kalimantan Timur dalam kondisi aman dan mencukupi sehingga masyarakat diharapkan tetap bijak dalam berbelanja.
“Yang jelas kebutuhan masyarakat tercukupi. Tidak perlu panik,” tutupnya.

