SAMARINDA: Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memastikan Gratispol Seragam sekolah mulai didistribusikan pekan depan.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Armin, saat diwawancarai di Kantor Gubernur Kaltim, Senin, 24 November 2025.
Ia menegaskan bahwa seragam belum langsung disalurkan ke sekolah-sekolah karena barang masih dalam proses pengiriman.
“Jadi hari ini belum langsung ke sekolah, baru melalui pengiriman. Minggu depan baru kami salurkan ke sekolah,” jelasnya.
Menurut Armin, proses distribusi sudah memasuki tahap pengiriman dari Pulau Jawa menuju Kaltim dan kini tengah dalam perjalanan menuju pelabuhan.
“Sudah dimulai. Sudah kami laporkan pada saat Rapat Pimpinan bahwa pengiriman sudah menuju pelabuhan,” ujarnya.
Armin menyebut, pendistribusian tahap awal akan dilakukan ke dua kota utama, yaitu Balikpapan dan Samarinda, sebelum diteruskan ke seluruh kabupaten/kota di Kaltim.
Paket yang akan diterima siswa meliputi seragam sekolah lengkap, di antaranya baju dan celana/rok abu-abu, sepatu, tas, topi, ikat pinggang.
Total penerima mencapai 65.004 siswa jenjang SMA/SMK/SLB, baik negeri maupun swasta, dengan nilai paket Rp1 juta per siswa.
Pemerintah menyiapkan total anggaran mencapai Rp65 miliar untuk program tersebut.
Rencananya program ini akan terus berlanjut, dan pada tahun ajaran 2026, Gratispol seragam akan diberikan untuk siswa kelas X dan XI (kelas 1 dan 2 SMA/SMK/SLB).
Program Gratispol Pendidikan merupakan salah satu prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim dalam meningkatkan akses dan pemerataan layanan pendidikan bagi seluruh masyarakat Benua Etam.

