SAMARINDA: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan anggaran awal sebesar Rp45 miliar untuk mendukung program kesehatan gratis bagi warga Kota Samarinda melalui skema kepesertaan BPJS Kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan alokasi tersebut merupakan tahap awal dan masih berpotensi mengalami penambahan menyesuaikan kebutuhan serta efektivitas pelaksanaan program di lapangan.
“Untuk tahun ini sudah disiapkan sekitar Rp45 miliar. Kalau nanti dalam pelaksanaannya terjadi kekurangan, bisa dilakukan penambahan melalui perubahan anggaran sesuai kebutuhan dan efektivitas program,” ujarnya, Sabtu, 28 Februari 2026.
Ia menjelaskan, mekanisme pembayaran dilakukan secara rutin oleh Pemprov Kaltim kepada BPJS Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Besaran realisasi anggaran setiap tahun tidak selalu sama karena bergantung pada jumlah peserta yang menjadi tanggungan pemerintah serta tingkat pemanfaatan layanan kesehatan oleh masyarakat.
Pada tahun sebelumnya, realisasi anggaran jaminan kesehatan untuk Kota Samarinda tercatat mencapai sekitar Rp198,5 miliar.
Sementara itu, sejak program Universal Health Coverage (UHC) berjalan pada 2025, anggaran minimal yang disiapkan untuk Kota Samarinda berkisar Rp75 miliar per tahun.
“Anggaran tersebut digunakan untuk membayar iuran kepesertaan yang menjadi tanggungan pemerintah daerah,” jelasnya.
Secara keseluruhan, total anggaran yang dialokasikan Pemprov Kaltim di seluruh kabupaten dan kota untuk pembayaran iuran BPJS Kesehatan berada pada kisaran Rp400 hingga Rp450 miliar per tahun.
Rinciannya, Kota Bontang menganggarkan sekitar Rp90 miliar, Balikpapan hampir Rp100 miliar, dan Samarinda sekitar Rp50 miliar.
Di sisi lain, dukungan juga datang dari pemerintah pusat melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) dengan total pembiayaan hampir Rp450 miliar per tahun di wilayah Kaltim.
Selain itu, terdapat segmen pekerja penerima upah (PPU) atau karyawan perusahaan yang iurannya dibayarkan bersama oleh perusahaan dan pekerja.
“Jumlah peserta pada segmen ini mencapai sekitar 1,2 juta orang dengan total iuran diperkirakan menyentuh Rp1,2 triliun per tahun,” pungkasnya.

