SAMARINDA :Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) HM Sirajudin menyarankan pemerintah pusat untuk memperhitungkan prediksi ancaman dari segala arah dalam rencana membangun Sistem Pertahanan Keamanan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ia pun menjelaskan, misalnya antisipasi perlindungan terhadap objek-objek vital nasional (Obvitnas), seperti kilang minyak di Balikpapan atau Rig di lapangan.
“Artinya, kita bisa saja membangun, tetapi juga memperhatikan lingkungan sekitar, sehingga juga tidak merugikan negara dan bangsa, apalagi lingkungan sekitarnya. Contohnya, memperhatikan atau antisipasi perlindungan obyek vital nasional kilang minyak atau rig di lapangan,” kata Sirajudin melalui rilis Pemprov Kaltim, Rabu (8/2/2023).
Hal tersebut dikatakan Sirajudin saat menghadiri rapat koordinasi Desain Sistem Pertahanan Keamanan di IKN, di Hotel Grand Jatra Balikpapan, Selasa (7/2/2023) dan menyampaikan arahan Gubernur Kaltim Isran Noor.
Lanjut Sirajudin, rencana pembangunan sistem pertahanan oleh Kementerian Pertahanan RI memang sangat penting bagi sebuah negara. Namun, ia menegaskan kondisi lingkungan sekitar di daerah juga menjadi perhatian yang tak kalah penting.
Ia juga menyarankan agar dalam pembangunan fisik sistem pertahanan dapat melibatkan tenaga kerja lokal, sesuai keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pembangunan.
“Untuk itu, menyukseskan program ini juga melibatkan para pengusaha lokal dalam pembangunan fisik. Koordinasi secara intesif terkait sinkronisasi wajib terus dilakukan, sehingga perencanaan pembangunan ini dapat berjalan maksimal dan sukses,” harapnya.
Nampak hadir, Deputi Bidang Koordinator Pertahanan Negara Mayjen TNI Heri Wiranto, Kepala Bidang Tata Ruang PUPR Kaltim HM Muzzakir, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo, pejabat eselon I dan II Kemenhan, Polda Kaltim, Kementerian ATR/BPN, Kementerian KLHK, Kementerian PU, BIN, Pemkab Penajam Paser Utara, Pemkab Kutai Kartanegara serta jajaran Forkopimda Kaltim.

