BALIKPAPAN : Jelang Idulfitri 1444 Hijriah tahun 2023 arus mudik di Pelabuhan Penyeberangan Kariangau Balikpapan tujuan luar daerah (provinsi) mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut terlihat dari kepadatan pemudik yang memadati antrean loket tiket dan ruang tunggu pelabuhan.

Koordinator Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Kariangau Balikpapan, BPTD Wilayah 17 Kaltim-Kaltara Karolus Makin, S.ST. (TD) kepada narasi.co, Kamis (20/4/2023) menyampaikan pergerakan penumpang kapal ferry antar daerah (Balikpapan-Penajam Paser Utara) masih pada status normal.
Namun, pada arus penumpang tujuan luar provinsi atau pelayaran Balikpapan, Kaltim menuju Mamuju Sulawesi Barat dan Balikpapan ke Kota Palu Sulawesi Tengah mengalami peningkatan yang signifikan.
“Dari pantauan kami sejak H-8 hingga H-2 lebaran hari ini, arus mudik untuk lintas daerah masih normal, tapi untuk lintas luar provinsi itu mengalami peningkatan yang signifikan,” ungkap Carlos sapaan akrabnya.
Sebagai salah satu pelabuhan yang terpantau langsung secara nasional serta terdata oleh pengawasan arus mudik Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI), Carlos menerangkan jumlah pemudik luar provinsi di Pelabuhan Kariangau Balikpapan sejauh ini paling banyak tercatat 900 penumpang.
Angka tersebut mengalami peningkatan tiga kali lipat dari kondisi normal yang biasanya rata-rata penumpang luar daerah diangka 200 sampai dengan 300 perhari. Penambahan jumlah pemudik itu salah satunya dari pergerakan penumpang Pelabuhan Semayang Balikpapan yang kehabisan tiket atau tidak dapat mengakses layanan online, sehingga beralih ke Pelabuhan Kariangau yang masih offline (manual).
Penanganan peningkatan pemudik itu sebut Carlos pihak pelabuhan telah memfasilitas dua armada kapal yakni KMP Laskar Pelangi tujuan Mamuju dan KMP Swarna Kartika untuk tujuan Palu. Kordinasi dengan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pihak perusahaan pelayaran hingga kapten kapal juga bagian dari penanganan yang telah dilakukan.
“Memastikan kapal menampung penumpang sesuai kapasitasnya, termasuk arus kendaraan akutan barang itu sesuai surat edaran Kemenhub dilarang kecuali bahan pokok kebutuhan itu boleh. Semua langkah penanganan sudah kami laksanakan dalam rangka memberikan pelayanan dan keamanan masyarakat saat mudik,” tuturnya.
Lebih lanjut dirinya juga mengimbau kepada masyarakat yang sedang mudik khususnya pengguna transportasi laut agar tetap menjaga kesehatan dan keselamatan serta mematuhi rambu-rambu aturan transportasi yang digunakan. Sesuai dengan moto mudik tahun 2023 yaitu ‘mudik aman dan berkesan’.
“Pesan kami sesuai arahan kementerian agar pemudik tidak menggunakan aksesoris atau perhiasan yang berlebihan untuk mencegah kejahatan, lebih penting sebagai penumpang tansportasi laut itu patuhi dan ikuti aturan kapal” pesannya.

